JOMBANG – Progres pembangunan jembatan di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo tak berjalan sesuai rencana alias progresnya minus.
Hingga memasuki minggu keempat, persentase pekerjaan proyek bersumber APBD 2023 sebesar Rp 1,5 miliar mengalami minus hingga 3,4 persen.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi mengatakan, memasuki minggu keempat atau sejak 14 Agustus lalu persentasenya belum sesuai rencana.
”Progres sampai hari ini (kemarin) dalam minggu keempat realisasi 8,709 persen dari rencana 12,159 persen, deviasi minus 3,451 persen,” kata Agung dikonfirmasi, Jumat (8/9) kemarin.
Dijelaskan, penyebab minusnya progres pekerjaan itu lantaran banyak hal. Salah satunya sebelum pekerjaan proyek dimulai, pihaknya menggelar pertemuan dengan pemdes setempat.
”Warga bersama desa minta supaya landasan ke gelagar jembatan tidak teralalu tinggi, sehingga kita ukur lagi,” imbuh dia.
Dalam pertemuan itu, warga memberi masukan agar opritan jembatan tidak terlalu tinggi.
”Sementara perencanaan kita mengacu jembatan Pucangsimo yang lebih dulu dibangun, ukuran kami supaya ketika debit air tinggi tidak sampai ke jembatan,” ujar Agung.
Setelah melalui beberapa pertimbangan, pihaknya akhirnya menampung aspirasi warga.
”Kalau tidak salah landasan ke gelagar diturunkan 40 sentimeter dari titik awal, sehingga lebih landai,” lanjut dia.
Saat ini pelaksana proyek dari CV Sinar Surya Cempaka dari Kabupaten Sidoarjo terus mengebut pekerjaan.
Saat ini tengah mulai melakukan persiapan pemancangan. ”Sekarang sudah persiapan pemancangan, masih menggali untuk kebutuhan abutmen jembatan,” tutur Agung.
Material proyek, lanjut Agung, juga sudah didatangkan ke lokasi. Mulai tiang pancang hingga box culvert.
”Sama box culvert untuk saluran buang juga sudah di lokasi. Paling tidak ketika sudah mancang nanti progres pekerjaannya bertambah, karena bobotnya besar,” kata Agung. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW