JOMBANG - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI Abdul Halim Iskandar memberikan apresiasi kepada Pemkab Jombang kaitannya dengan desa mandiri.
Pasalnya, jumlah desa mandiri dan desa maju terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Itu menunjukkan sektor pembangunan dan perekonomian di Jombang meningkat.
Halim menyebut, pada 2022, jumlah desa mandiri di Kabupaten Jombang ada 47 desa, desa maju 179 desa, desa berkembang 76 desa, dan desa tertinggal serta desa sangat tertinggal nihil.
"Sedangkan pada 2023, desa mandiri 91 desa, desa maju 211, desa berkembang nihil dan desa tertinggal serta desa sangat tertinggal tidak ada,’’ papar Gus Menteri.
Menurutnya, dengan peningkatakan tersebut menujukkan sektor pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Jombang meningkat.
”Untuk itu, Bupati Jombang bu Nyai Mundjidah Wahab berhak mendapatkan Penghargaan Bakti Desa Madya,” terangnya disambut riuh tepuk tangan undangan.
Dalam kesempatan itu, Menteri Halim hanya menyampaikan secara umum jumlah desa mandiri, desa maju, dan berkembang.
Namun, ia tidak membeberkan secara rinci mana-mana desa yang masuk dalam kategori itu termasuk indikator penilaiannya.
Berdasarkan data di laman sambang.jombangkab.go.id, jumlah desa maju di Kabupaten Jombang terus meningkat sejak 2018-2022.
Rinciannya, pada 2018 ada 53 desa, 2019 ada 28 desa, 2020 43 desa, 2021 ada 149 desa, dan pada 2022 ada 179 desa.
Sedangkan, status desa mandiri juga mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2018-2022. Rinciannya, 2018 nihil, pada 2019 ada 6 desa, 2020 ada 14 desa, pada 2021 ada 23 desa, dan pada 2022 ada 47 desa.
Kemudian, untuk status desa berkembang terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Dengan rincian, 2018 ada 212 desa, pada 2019 ada 245 desa, 2020 ada 139 desa, selanjutnya pada 2021 ada 130 desa, dan pada 2022 sebanyak 76 desa. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW