JOMBANG – Hingga memasuki pengujung Agustus, proyek pembangunan jembatan di Dusun delik, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmlyo belum berjalan. Padahal, tandatangan kontrak sudah dilakukan.
Pantauan di lokasi hingga Rabu (30/8) terlihat belum ada aktivitas signifikan. Hanya ada dua orang yang sibuk menghancurkan reruntuhan bangunan jembatan.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi mengatakan, sudah ada tanda tangan kontrak antara PPK dengan pelaksana proyek.
”Jadi terakhir sudah ada tanda tangan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) dan dilanjutkan pekerjaan di lapangan,” kata Agung.
Dijadwal, lanjut Agung, pekerjaan bakal segera dimulai. Usai pihak pelaksana juga sudah melakukan survei ke lapangan.
Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. ”Kemarin teman-teman juga sudah ke pak kades, ada beberapa masukan dari masyarakat ataupun desa,” kata Agung.
Disinggung terkait ruruntuhan bangunan jembatan lama, Agung menyebut nantinya akan dibersihkan. Sebab, lokasi jembatan tidak mengalami pergeseran.
”Lokasi idealnya ada di situ, ketika dipindah ke titik yang lain akan susah. Karena akses atau jalannya di jembatan lama,” tutur dia.
Seperti diketahui, usai runtuh awal 2021 pemkab tahun ini memperbaiki jembatan penghubung warga Dusun Delik yang terpisah Kali Konto.
Paket kegiatan dengan nama pembangunan jembatan Dusun Delik, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo pagu anggarannya Rp 1,8 miliar. Pelaksananya dari CV Sinar Surya Cempaka beralamat di Perum Griya Krian Residence Anggrek B-01 Desa Sedeganmijen, Kecamatan Krian, Sidoarjo ditetapkan pemenang lelang dengan harga penawaran Rp 1,5 miliar. (fid/naz)
Editor : Achmad RW