JOMBANG – Pemerintah Desa Plandi tengah menggarap proyek revitalisasi bangunan bersejarah di dekat Gardu Papak di Dusun Parimono, Desa Plandi, Kecamatan Jombang.
Anggaran proyek bersumber dari APBD 2023 sebesar Rp 370 juta. Selain mendirikan sejumlah bangunan toko, bangunan yang direncanakan dua lantai itu juga dilengkapi aula.
Pantauan di lokasi Minggu (27/8) siang, pengerjaan proyek yang berada di pinggir jalan provinsi belum sepenuhnya rampung.
Terlihat tumpukan material proyek berada di lokasi. Sementara itu, ada enam bangunan yang rencana dibuat toko sudah mulai berdiri.
Informasi dari warga sekitar, sebelumnya di lokasi itu berdiri sejumlah bangunan atau semacam lapak pedagang. Rata-rata bangunan semi permanen.
Saat ini pedagang yang sebelumnya menempati lokasi itu sudah dipindah. Lokasinya berada tak jauh dari proyek itu.
Sementara dari papan proyek yang berada di lokasi, tertulis kegiatan milik Pemerintah Desa Plandi, Kecamatan Jombang itu merupakan revitalisasi bangunan bersejarah Stasiun Gardu Papak Parimono Plandi.
Sumber anggarannya dari APBD 2023 sebesar Rp 370 juta. Waktu pelaksanaan selama 120 hari kerja mulai 22 Juli-22 November dengan pelaksana TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Desa Plandi.
Dikonfirmasi terkait itu, Kades Plandi Dwi Prayitno membenarkan kegiatan tersebut. Saat ini pekerjaan masih berjalan. ”Iya anggarannya dari BKK (Bantuan Keuangan Khusus),” kata Dwi.
Meski dalam papan proyek tertulis revitalisasi bangunan bersejarah, menurut dia, rencananya di lokasi itu akan gedung dua lantai. Masing-masing lantai bawah untuk kegiatan pertokoan dan sementara lantai atas untuk aula.
”Jadi itu dekat Gardu Papak, nanti dipakai toko. Sementara lantai atas Insya Allah dipakai aula,” imbuh dia.
Rencananya, lanjut dia, dibangun tujuh unit toko. Pihak bumdes setempat yang bakal mengelola. Sebab, memfasilitasi pedagang.
”Jadi pedagangnya rata-rata warga sini, sistemnya nanti kontrak, berapa besarannya ini urusan bumdes yang tahu,” ujar Dwi.
Menurut dia, pihaknya turut serta mendukung program BUMDes. Karena dinilai bisa meningkatkan perekonomian. ”Kepala desa melalui BUMDes bisa meningkatkan ekonomi warga,” ujar Dwi. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW