JOMBANG – Rencana perbaikan kantor Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek dibahas kalangan eksekutif–legislatif saat pengesahan P-APBD 2023, Rabu (23/8) lalu.
Dari hasil kesepakatan pemkab dan DPRD, perbaikan kantor desa Ngudirejo diusulkan sebesar Rp 400 juta sumbernya berasal dari Bantuan Keuangan (BK) Khusus .
Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi mengatakan, dalam pembahasan bersama Pemkab Jombang, disepakati perbaikan kantor Desa Ngudirejo dianggarkan sekitar Rp 400 juta.
”Sudah kita sahkan di P-APBD 2023. Ketika nanti sudah diundangkan dan direalsisasikan maka bisa langsung dicairkan untuk pengerjaannya,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Rencananya, lanjut Mas’ud, anggaran perbaikan kantor Desa Ngudirejo akan direalisasikan lewat bantuan keuangan (BK) desa. ”Ya bentuknya dalam program bantuan secara khusus karena ada kejadian (kebakaran) itu,’’ tambahnya.
Mas’ud mengatakan, jika BK desa tersebut bisa dicarikan September. Maka perbaikan bisa secepatnya dimulai.
Ia mengatakan, jika perbaikan terlalu mepet maka bisa dilanjutkan di tahun berikutnya. ”Kalau nanti dua bulan tidak selesai, bisa dilanjutkan ke tahun berikutnya,’’ tegasnya.
Dari hasil pengamatannya di lokasi, tiga ruang di kantor Desa Ngudirejo kondisinya memang rusak berat. Ia mengatakan, kantor itu akan direnovasi dengan pelebaran ke arah belakang.
”Terkait anggaran Rp 400 juta, kalau dibilang cukup ya cukup. Kurang ya kurang, kalaupun nanti kurang bisa bisa diajukan lagi ke pemerintah daerah tahun berikutnya,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di Balai Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Jumat (4/8) siang.
Empat ruangan termasuk ruang kerja kepala desa, sejumlah arsip penting dan peralatan elektronik ludes dilalap si jago merah. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW