JOMBANG – Sampah yang diproduksi masyarakat dari sampah rumah tangga hingga produksi bisa mencapai ratusan ton per hari. Kondisi ini berdampak pada daya tampung TPA Banjardowo yang berpotensi oveload.
Data itu, diungkap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang. Ratusan ton sampah itu, mayoritas diproduksi rumah tangga. Baik berbentuk plastik dan lainnya.
Kabid Pengolahan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau DLH Jombang Amin Kurniawan mengatakan, volume sampah rumah tangga dan maupun produksi di Jombang sangat besar. Hitungannya mencapai 530 ton per hari.
”Sedangkan yang masuk pengolahan sampah di TPA Banjardowo ini mencapai 140 ton per hari,” katanya
Jika kondisi ini terus berlangsung, maka TPA Banjardowo yang kini sudah mengembangkan sistem sanitary landfill tentu terdampak. Sistem itu, bahkan diprediksi hanya akan bertahan lima tahun jika tak dilakukan pengurangan.
Dirinya kembali memaparkan, dari 530 ron itu, sebanyak 71 ton lainnya dilakukan reduksi atau pengurangan.
Reduksi yang dimaksudnya, adalah dengan sampah-sampah tersebut masuk dalam bank sampah, pengepul, dan TPS3R. ”Sisanya 311 ton per hari ini sampah yang belum dikelola,” paparnya.
Amin menjelaskan, sampah yang belum dikelola ini, maksudnya masyarakat ada yang membuang sampah sendiri di pekarangan rumahnya, atau bahkan membuang sampah di sungai.
”Jadi memang ini harus ada pengendalian dari masyarakat sendiri untuk mengurangi sampah,” katanya.
Melihat banyaknya sampah yang ada di Jombang, Amin memprediksi TPA Banjardowo yang memiliki luas 39 hektare akan penuh kembali.
Terlebih lagi yang menjadi kendala, sampah yang masuk TPA sekarang kondisinya tidak terpilah.
”Jadi ini yang mempersulit mekanisme pengolahan. Apabila terpisah, kapasitas komposting mungkin bisa maksimal. Karena sebagian besar masih dibuang di landfill,” tuturnya.
Sehingga, yang menjadi kuncinya, yakni pengurangan sampah di sumbernya. Dengan melakukan edukasi pengurangan, pemilahan, pengolahan baik yang organik maupun anorganik.
Proses itu, bisa dilakukan di tataran rumah tangga, sekolah, pesantren, dan sumber sampah lain melalui bank sampah, TPS3R dan komposting.
”Dengan begitu sampah yang terkumpul di TPA semakin minim. Selain memperpanjang umur landfill juga mengurangi pembiayaan pengolahan sampah,” pungkas Amin. (yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW