JOMBANG – Proyek pembangunan Pasar Ploso Jombang hingga kini masih dalam masih dalam tahap perencanaan. Proyek ini, dianggarkan dengan nilai Rp 10 miliar.
Namun, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang justru berencana menyerahkan pekerjaan proyek pasar ploso itu ke dinas Dinas PUPR Jombang.
”Kita mengevaluasi dari proyek tiga pasar kemarin yang gagal,” ujar Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo saat dikonfirmasi, kemarin.
Ia menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan bupati maupun sekda terkait pembangunan Pasar Ploso diserahkan ke dinas PUPR.
”Kemarin kita koordinasi dengan bupati dan sekda. Untuk pekerjaan fisik diserahkan ke dinas teknis,” tuturnya.
Karena, mantan kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Jombang ini, yang paling mengerti pembangunan dari dinas teknis.
”Di daerah-daerah lain juga seperti itu. Di mana proyek fisik kecuali perbaikan dilakukan dinas teknis,” ungkapnya.
Sedangkan, untuk proyek pembangunan sentra PKL Ahmad Dahlan memang masih menjadi tanggung jawab disdagrin.
”Karena itu sudah di RKA (rencana kerja dan anggaran) jadi kami yang tetap mengerjakan,” tegasnya.
Dipaparkan Suwignyo, proyek rehabiltasi pasar Ploso ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 10 miliar bersumber dari BK provinsi.
”Saat ini pasar Ploso masih dalam tahap perencanaan. Untuk pekerjaan fisiknya baru awal tahun 2024 nanti,” pungkasnya.
Sementara dikonfirmasi melalui telepon selulernya Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi belum bisa memberikan keterangan. ”Sebentar mas saya masih ada tamu,” pungkasya singkat. (yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW