JOMBANG - Bupati Jombang Mundjidah Wahab menjenguk dua korban kecelakaan kereta api (KA) yang kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang, Senin (31/7) siang.
Kedatangan bupati dan rombongan tiba di Ruang Yudistira sekitar pukul 12.20, didampingi Direktur RSUD Jombang dr Ma'murotus Sa'diyah.
Kepada keluarga korban, bupati menyampaikan belasungkawa dan duka mendalam. Serta mendoakan agar kedua korban bisa segera sembuh.
Bupati menjelaskan, kondisi kedua korban atas nama Arimbi, 11, warga Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo telah sadar dan sedang dalam proses pemulihan.
Sedangkan, Fikri, 22, warga Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri masih belum sadar. ”Mohon doanya agar pasien segera diberi kesembuhan,’’ tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan ada 23 titik perlintasan kereta api yang menjadi kewenangan Pemkab Jombang. Dari 23 titik itu ada empat titik yang belum berpalang pintu.
Dua di antaranya dikerjakan tahun ini melalui anggaran P-APBD 2023. Sisanya dialokasikan pada APBD 2024 mendatang. ”Anggaran per palang pintu beserta pos jaga Rp 275 juta,’’ jelas dia.
Sementara itu, Agus Wibowo Penanggungjawab Jasa Raharja Jombang, mengaku telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan.
Sebesar Rp 50 juta per orang untuk korban meninggal dan Rp 20 juta per orang untuk korban luka berat. ”Kemarin sudah kita bayarkan dan sudah kita serahkan kepada ahli waris,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan melibatkan kereta api (KA) Dhoho dan mobil Daihatsu Luxio terjadi di perlintasan kereta tak berpalang di Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Sabtu (29/7) malam. Akibatnya, enam orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka berat.
Menurut Irawan, 35, salah seorang saksi mata, kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.14. Awalnya sebuah mobil MPV Daihatsu Luxio L-1009-XD yang membawa satu keluarga berjalan dari arah utara ke selatan.
Saat melintas di perlintasan rel kereta api tak berpalang pintu, mobil yang disopiri Wahyu Kuspoyo, 42, warga Dusun Ciro Wetan, Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balengbendo, Kabupaten Sidoarjo, dengan membawa tujuh penumpang itu tak menyadari kedatangan kereta api Dhoho Loko CC2017707 yang sedang melaju dari arah timur menuju Kertosono. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW