Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Elpiji Melon Langka, Bupati Jombang: Permintaannya yang Naik

Anggi Fridianto • Sabtu, 29 Juli 2023 | 13:29 WIB

 

 

Bupati Jombang Mundjidah Wahab saat memantau ketersediaan elpiji di Pangkalan Jl Kemuning Jombang kemarin
Bupati Jombang Mundjidah Wahab saat memantau ketersediaan elpiji di Pangkalan Jl Kemuning Jombang kemarin

JOMBANG – Bupati Jombang Mundjidah Wahab bersama pihak terkait, memantau beberapa pangkalan yang ada di Jombang. Bupati menyebut, hal itu dilakukan untuk menyikapi keluhan soal elpiji melon yang mulai langka di Jombang.

Seperti yang terlihat saat rombongan memantau stok elpiji di pangkalan elpiji 3 Kg Jl Kemuning Jombang. Di lokasi ini bupati memantau stok elpiji yang akan dikirim ke agen-agen.

”Jadi dari hasil pantauan kami, untuk stok elpiji masih ada di beberapa pangkalan,’’ ujar Bupati Mundjidah. 

Dijelaskan, akhir-akhir ini memang permintaan elpiji naik. Misalnya untuk warga yang sedang mengadakan hajatan, kemudian petani yang menggunakan elpiji untuk kebutuhan irigasi pengairan maupun usaha catering. ”Sehingga permintaan cukup tinggi di beberapa wilayah,’’ tambahnya.

Untuk mengatasi permintaan elpiji itu bupati telah berkomunikasi dengan Pemprov Jatim. Terutama untuk menambah kuota untuk masyarakat Jombang.

Kemudian dimulai kemarin (28/7) hingga (31/7) mendatang, Jombang akan mendapat kuota tambahan sebanyak 58.000 tabung per hari.

”Insya Allah nanti penyalurannya dari SPBE Surabaya akan di drop di masing-masing pangkalan. Kemudian disalurkan ke agen dan seterusnya. Mudah-mudahan ini bisa mengatasi permintaan masyarakat,’’ jelas dia. 

Terpisah, Sales Branch Manager II Pertamina Jombang-Mojokerto, Agung Surya Pranata, menampik jika elpiji di Jombang langka.

Ia menyebut fenomena yang terjadi sekarang lebih sesuai disebut sebagai panic buying, di mana banyak masyarakat yang membeli untuk kebutuhan sendiri.

”Memang ada permintaan masyarakat cukup tinggi. Baik untuk keperluan pompa air untuk petani hingga tasyarakuran dan hajatan,’’ terangnya.

Ia akan melakukan langkah-langkah pencegahan guna mengatasi fenomena panic buying tersebut.

Misalnya sosialisasi bersama pemerintah terkait siapa saja yang boleh dan tidak boleh membeli elpiji 3 Kg.

”Karena elpiji 3 Kg itu kan subsidi untuk masyarakat kurang mampu. Jadi seperti hotel, restauran, laundry dan beberapa kriteria lain tidak boleh menggunakan elpiji 3 Kg,’’ pungkas dia. (ang/bin/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#Bupati Jombang #sidak #langka #Elpiji Melon