JOMBANG – Pasar Tunggorono ternyata masih menyisakan persoalan. Meski sudah diresmikan Bupati Mundjidah Wahab Selasa (27/7), namun ada pintu rolling door beberapa kios yang rusak. Bahkan, kios tak bisa ditempati karena kondisinya ambrol.
Salah satunya milik Hari penjual mesin pompa bekas yang menempati deretan blok B. Kondisi pintu sudah tak lagi bisa dibuka tutup setelah bagian atas ambrol.
”Kebetulan milik saya rusak, waktu dulu mau boyongan ke sini sudah ambrol,” keluhnya kemarin.
Karena dalam keadaan rusak, maka dia memilih membiarkan kios kosong. Barang dagangan miliknya sementara ditaruh di samping kios yang tak lagi berfungsi.
”Mungkin konstruksinya kurang nyantol atau bagaimana kurang tahu. Sementara dibiarkan saja, sambil menunggu barangkali ada perbaikan,” imbuhnya.
Sejak awal, kerusakan itu juga sudah dilaporkan ke Disdagrin Jombang. Harapannya, proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 3,7 miliar itu bisa segera diperbaiki.
Sehingga, kios miliknya bisa segera ditempati. Namun, harapan itu tinggal harapan. Sejak Pasar Tunggorono diresmikan sampai sekarang ini kondisi kiosnya tak berubah. Rolling door dari galvalum tetap rusak dan bagian atas ambrol.
”Dulu sempat saya ajukan tapi tidak secara forml, semacam pemberitahuan ke dinas kalau pintunya rusak,” tutur Hari yang sudah berjualan di Pasar Tunggorono sejak 2000.
Senada diungkapkan Santoso salah seorang pedagang televisi bekas, yang mengakui rolling door di kiosnya juga ambrol. Bahkan saat dibuka ataupun ditutup tak bisa lancar.
”Seperti macet, waktu naik atau turun rodanya rusak,” kata lelaki yang akrab disapa San televisi ini.
Karena macet, pedagang secara mandiri melakukan perbaikan setelah mereka pindahan dari tempat relokasi sementara. ”Kalau tidak begitu nggak bisa naruh barang di dalam,” imbuh dia.
Beruntung kios milik San televisi masih bisa dipergunakan setelah dilakukan perbaikan. ”Semua rolling door sama, banyak yang macet diperbaiki sendiri,” tambahnya.
Tak hanya itu, dinding bangunan juga mulai muncul retakan. Meski belum satu tahun, retakan muncul di berbagai titik. Di antaranya di blok D atau belakang. Retakan itu memanjang terpampang dengan jelas.
Sementara itu, Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo, ketika dikonfirmasi mengatakan, kerusakan kios di Pasar Tunggorono masih menjadi kewenangan pihak pelaksana proyek.
Sehingga perbaikan kerusakan rolling door ataupun retakan dilakukan pihak pelaksana. ”Itu jadi catatan agar segera diperbaiki, yang jelas masih menjadi tanggungan mereka untuk penyelesainnya,” ujarnya.
Seperti diketahui, pengerjaan proyek Pasar Tunggorono menjadi salah satu dari tiga pasar daerah tahun 2022 lalu yang molor hingga melampaui tahun anggaran.
Proyek dengan anggaran Rp 3,7 miliar itu kontrak kerja berakhir 16 Desember 2022. Pemkab memberi adendum waktu pada pelaksana CV Karsa Muda Mandiri Semarang hingga 20 Januari 2023. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW