JOMBANG – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab membuka kegiatan istighosah dan pengajian taklim di Pendopo Kabupaten Jombang kemarin (14/7). Kegiatan ini rutin digelar setiap Jumat Legi sejak awal kepemimpinan Bupati Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah.
Selain meningkatkan semangat kekeluargaan juga untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Jombang.
Pada kesempatan kemarin, tausiyah disampaikan Kiai Sa’dulloh Syarofie (Gus Dul) putra KH M. Chusaini Ilyas dari Kabupaten Mojokerto. Ikut hadir jajaran kepala OPD, Ketua TP PKK Jombang Wiwin Isnawati, ASN di lingkup Pemkab Jombang, TNI/Polri, jajaran BUMD, kecamatan, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Mengawali sambutannya, Bupati Mundjidah mengungkapkan rasa syukurnya karena kegiatan istighosah dan pengajian taklim tiap Jumat Legi dapat digelar kembali.
”Alhamdulillah, kami sampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah pengajian yang hadir. Semoga dengan kegiatan ini, dapat meningkatkan kualitas keimanan kita kepada Allah SWT,’’ ujar dia.
Kegiatan pengajian ini juga dilakukan untuk menyambut tahun baru Islam 1 Muharam yang jatuh pada Rabu (19/7) depan. Menurut bupati, tahun baru Islam 1 Muharam merupakan peringatan penting bagi umat muslim untuk memperingati hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Bulan Muharam memiliki banyak keutamaan. Tanggal 1 Muharam bagi masyarakat Jawa juga dikenal sebagai malam 1 Suro.
”Dengan menyambut dan memperingati 1 Muharam, maka kita sebagai umat Islam untuk bisa lebih introspeksi dan sadar akan perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan selama ini.," lanjutnya.
Bupati juga mengajak ASN senantiasa memperbanyak amalan-amalan yang baik, misalnya dengan menyantuni anak yatim.
"Kita gunakan sisa umur kita untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan norma-norma agama, agar kita tidak menjadi orang yang bangkrut atau merugi akan tetapi menjadi insan yang beruntung,’’ terangnya.
Bupati menambahkan, berbagai upaya juga dilakukan untuk mewujudkan Jombang yang berkarakter dan berdaya saing. Misalnya, setiap sebulan sekali diadakan khatmil Qur’an yang dilakukan masing-masing OPD.
”Semoga amal ibadah dan keikhlasan kita selalu tercatat menjadi pahala di sisi Allah SWT,” pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW