JOMBANG – Pembongkaran gedung puskesmas yang dilakukan lebih awal yang disesalkan kalangan dewan, direspons Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang. Menurut mereka, pembongkaran sebelum lelang selesai adalah upaya mempercepat pengerjaan proyek sehingga pengerjaan tidak khawatir molor.
”Seperti pengalaman tahun sebelumnya di Puskesmas Pulo. Pembongkaran memakan waktu cukup lama. Jadi kita harus siapkan lahan dulu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan drg Budi Nugroho, Selasa (20/6).
Menurutnya, pembongkaran dilakukan untuk efisesiensi waktu dan meminimalisir pembangunan molor. Dia tak ingin pengerjaan yang molor seperti yang terjadi pada pembangunan Puskesmas Pulo Lor Jombang, terulang kembali di tahun ini.
Ia menyebut, pembongkaran dilakukan di awal bukan tanpa alasan. Targetnya, pekerjaan pembangunan lima puskesmas di Jombang semua bisa rampung dalam waktu lima bulan. ”Waktunya kalau dengan pembongkaran khawatir tidak nutut,” beber Budi.
Dengan alasan itu pihaknya kemudian berkoordinasi dengan BPKAD untuk melakukan penghapusan aset dan melakukan proses pembongkaran terlebih dahulu. Meski saat ini proses lelang masih berjalan. ”Kami juga tidak berandai-andai apabila nanti gagal lelang atau seperti apa. Karena masih sesuai dengan tahapan,” jelasnya.
Sejauh ini, koordinasi dengan pihak PBJ terus dilakukan. Termasuk menanyakan progres tahapan lelang berjalan dengan baik atau tidak. ”Alhamdullilah informasi yang kami dapat masih lancar,” terang pria yang pernah menjabat Kepala Bappeda dan Kepala Dinas P dan K Jombang ini.
Budi sendiri tidak merasa khawatir proses lelang akan gagal. Karena setiap kali menentukan pemenang, di nomor berikutnya selalu ada pemenang cadangan. ”Kan pada penetapan pemenang itu ada cadangan 1 dan 2. Saya optimistis bisa selesai,” tegasnya.
Kendati demikian, ia tidak mengabaikan permasalahan yang akan terjadi. Pihaknya tidak akan menelantarkan pelayanan kesehatan di lima puskesmas yang sudah dibongkar tersebut. ”Untuk pelayanan kan kita juga sudah menyewa gedung dan juga disediakan pihak desa. Jadi pelayanan masih berjalan,” pungkas Budi.
Sementara itu, Joko Murcoyo Kepala PBJ Jombang, menjelaskan tahapan lelang lima puskesmas sudah masuk evaluasi peserta. Sejauh ini tahapan tidak ada kendala sehingga bisa ditetapkan pemenang. ”Insya Allah tidak ada kendala. Peserta lelang sudah dilakukan evaluasi administrasi, kualifikasi teknis dan harga penawaran,” katanya.
Ia menyebut, terdapat lebih dari tiga peserta yang memasukkan penawaran. Diketahui ada delapan peserta yang memasukan penawaran pembangunan lima puskesmas di Jombang. ”Jadi dievaluasi dulu tiga penawar terendah. Apabila semuanya tidak memenuhi kualifikasi masih ada cadangan,” sebut dia.
Jika tahap lelang kali ini gagal, lanjutnya, masih ada kesempatan maksimal pertengahan bulan depan harus tuntas. Karena masa pekerjaan proyek itu antara 4-5 bulan.
Bila lelang Agustus, maka otomatis proses pembangunan harus tuntas kurang dari 4 bulan. ”Jadi sangat mepet tutup anggaran tahun. Insya Allah. Lelang lima puskesmas ini tidak ada kendala,” pungkas Joko. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW