JOMBANG – Proses sertifikasi aset pemkab hingga kini terus berjalan. Progres setiap bulannya juga dilaporkan ke KPK. Terhitung sejak Januari-Mei, ada tambahan 220 sertifikat. Mayoritas merupakan jalan kabupaten.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang M Nashrulloh mengatakan, sampai saat ini sertifikasi aset masih terus berproses. Sesuai arahan pemerintah pusat dilaporkan setiap bulannya.
”Jadi sesuai laporan ke MCP KPK, per 8 Juni kemarin, ada tambahan 23 sertifikat,” kata Nashrulloh dikonfirmasi, Jumat (16/6) kemarin.
Secara keseluruhan, pada tahun ini BPKAD sudah berhasil menerbitkan ratusan sertifikat aset bidang milik pemkab. ”Secara total mulai Januari-Mei 220 sertifikat, sementara per 8 Juni ada tambahan lagi 23 sertifikat,” imbuhnya.
Meski tak disebutkan secara rinci, tambahan itu mayoritas merupakan aset jalan. Sejak tahun lalu diproses dan dokumennya diserahkan ke pihak pertanahan.
”Jadi ini yang baru saja terbit sertifikat jalan, bisa satu atau dua ruas jalan. Karena, untuk aset jalan ini satu ruas bisa terbit 1-10 sertifikat,” tutur Nashrulloh.
Sebab, untuk aset jalan menentukan wilayah atau desa yang dilalui. Sehingga dalam satu ruas, bisa terbit hingga puluhan sertifikat.
Disinggung terkait BMD (Badang Milik Daerah) yang yang berdiri di atas tanah kas desa (TKD), Nashrulloh meneybut juga terus berproses. Ada sebagian desa yang kini menyerahkan aset itu ke pemkab.
”Ada beberapa desa yang paham aturannya, mulai menyerahkan dokumen. Cuma, belum jadi. Karena ada pemberkasan dan sebagainya,” kata Nashrulloh.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemkab melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang terus melakukan percepatan sertifikasi aset daerah. Dari total aset tercatat mencapai 2.139 bidang, sebanyak 859 bidang sudah terbit seritifikat. Sebagian tengah berproses di Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Jombang.
Untuk diketahui, sesuai data Simda (Sistem Informasi Manajemen Daerah) BMD (Barang Milik Daerah) audit 2022, total aset Pemkab Jombang 2023 tercatat sebanyak 2.139 bidang. Hingga akhir Maret lalu, 859 bidang sudah bersertifikat dan 1.279 bidang belum bersertifikat. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW