’’Rencana pemkab memindah gedung rumah sakit kami rasa sangat tepat,’’ kata Hexawan Tjahya Widada, ketua IDI Jombang saat dikonfirmasi, kemarin. Dikatakan, IDI dan pemerintah memang saling berkoordinasi khususnya di bidang kesehatan.
’’Ini untuk kepentingan masyarakat, tentu kami juga mendukung,’’ ucapnya. Gedung RSUD Jombang yang berada di Jl KH Wahid Hasyim sudah tidak bisa dilakukan pengembangan. Mengingat keterbatasan lahan yang dimiliki.
’’Parkir saja sudah sangat dikeluhkan. Kian lama penduduk juga semakin banyak, sehingga rumah sakit juga butuh tempat yang layak,’’ imbuhnya. Terlebih lagi, lokasi yang dipilih berada di Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, dirasa layak untuk pembangunan gedung RSUD baru.
’’Menurut saya di Pandanwangi bagus. Akses jalan juga bagus dan yang penting itu lahannya luas. Sehingga tempat parkir nanti bisa masuk semua. Tidak diparkir di pinggir jalan raya,’’ ungkapnya. Meski lokasi dekat dengan rel kereta api, bukan menjadi masalah untuk bangunan rumah sakit.
’’Saya rasa tidak pengaruh. Di Puskesmas Sumobito lebih dekat dengan rel kereta dibandingkan lokasi yang ada di Pandanwangi,’’ tegasnya.
Hanya saja, saat ini proses pengadaan lahan masih menunggu penetapan lokasi (penlok) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. ’’Kita masih belum melangkah, menunggu penlok dari pemprov,’’ kata Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, kemarin.
Setelah penlok tuntas, baru akan melakukan appraisal TKD Pandanwangi bersama tim dari pemerintah provinsi. ’’Jadi nanti yang melakukan pembebasan lahan dari tim provinsi karena lahan yang akan dibebaskan lebih dari 5 hektare,’’ paparnya. (yan/jif/riz)
Editor : Achmad RW