Camat Mojoagung Muchtar, menyampaikan sudah ada pertemuan dengan lima pemerintahan desa (pemdes) yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga. ”Jadi ada lima desa. Meliputi Desa Seketi, Murukan, Tanggalrejo, Dukuhdimoro dan Desa Kedunglumpang,” katanya, Jumat kemarin (9/6).
Meski sudah ada pertemuan, namun sampai saat ini belum ditentukan titik lokasi yang akan dipasang patok batas wilayah tersebut. Sehingga dia belum berani memastikan apakah lima desa itu seluruhnya bakal jadi lokasi pemasangan patok atau tidak. ”Sampai sekarang belum ada,” imbuh dia.
Menurut Mukhtar, selain pemasangan patok tak ada kegiatan lain yang berkaitan dengan batas wilayah. Terlebih, sejak dulu memang belum ada batas wilayah sampai mana. “Mungkin karena itu akhirnya sekarang dipasang,” ujarnya.
Begitu juga tindaklanjut setelah pemasangan patok batas wilayah, tidak diketahuinya. Apakah ada program pembangunan lain atau tidak.”Kurang tahu apa saja, hanya menentukan wilayahnya,” tutur dia.
Karena itulah pihaknya menunggu langkah lebih lanjut Pemkab Jombang. Desa mana saja yang bakal jadi lokasi pemasangan patok batas wilayah. ”Nunggu arahan dari administrasi pemerintahan (Setdakab Jombang, Red), karena dari desa juga sudah menyatakan siap,” pungkasnya.
Sebelumnya, persoalan patok batas wilayah Kabupaten Jombang dengan kabupaten tetangga menjadi perhatian serius. Setelah tahun lalu memasang patok batas dengan Kabupaten Kediri, tahun ini pemkab menargetkan pemasangan patok batas wilayah dengan Kabupaten Mojokerto. Tercatat ada 32 desa di empat kecamatan di Jombang yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Mojokerto. Meliputi Kecamatan Mojoagung, Kesamben, Ngusikan dan Kecamatan Sumobito. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW