Slamet salah seorang pedagang yang berjualan di area depan mengakui, pembongkaran dilakukan pekan lalu. Setelah seluruh pedagang pindah ke bangunan baru. ”Sejak Jumat (19/5) sudah bersih, bongkar-bongkar nunggu pedagang pindah,” katanya.
Dia tak mengetahui persis kenapa sebagian meja itu dibiarkan di tempat relokasi. Hanya memang, di bangunan baru itu semua sudah ada meja lapak masing-masing. ”Kalaupun dibawa ke sana nggak muat, soalnya tempatnya terlalu sempit,” imbuh dia.
Sehingga sebagian pedagang membawa pulang meja bekas tersebut. ”Disuruh bersihkan semua, karena di situ (eks tempat relokasi sementara) mau dibuat parkir lagi seperti dulu. Biar parkirnya nggak sampai dekat jalan raya,” tutur Slamet.
Hal senada disampaikan Isnun pedagang lainnya. Tak banyak pedagang yang kembali memanfaatkan meja bekas dari tempat relokasi tersebut. Beberapa pedagang memanfaatkan meja keramik yang sudah tersedia. ”Kalau dipaksa dibawa, tempatnya nggak muat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo, melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harris Eko Prasetijo, menyebut setelah semua pedagang pindah, bangunan eks tempat relokasi dibongkar. Pembongkaran dilakukan oleh pihak rekanan. ”Karena pedagang sudah pindah semua, katanya sudah selesai,” pungkasnya. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW