”Memang untuk pemetaan ini membutuhkan waktu, tapi kami berharap bisa segera diselesaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (15/5) kemarin.
Muhaiman menambahkan, peta LP2B sangat urgent. Pasalnya, itu menjadi dasar pembahasan raperda LP2B yang sudah bertahun-tahun selalu gagal disahkan. ”Raperda LP2B ini bisa disusun apabila pemetaan ini juga sudah selesai,” tuturnya.
Dikatakannya, memang untuk pemetaan LP2B ini juga harus menggandeng sejumlah OPD terkait. ”Seperti harus menggandeng Bappeda dan lainnya. Karena bisa jadi nanti lahan tersebut sudah terdata LP2B akan tetapi nanti dibangun atau seperti apa,” bebernya.
Kendati demikian, dirinya menargetkan tahun ini raperda tersebut harus segera disahkan. ”Sebaiknya dinas terkait juga harus membuat jadwal. Bulan ini agendanya apa, ke depannya agendanya sehingga bisa terukur dan jelas,” tegasnya. Tidak hanya mendorong, pihaknya juga akan menyampaikan ke pimpinan DPRD untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP). ”Jadi kami juga ingin tahu progresnya seperti apa. Apakah ada kendala, apabila ada, kita bisa cari solusi bersama-sama,” pungkas Muhaimin. (yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW