”Kami mewant-wanti jangan sampai kesalahan pada proyek Pasar Tunggorono juga Pasar Pon terulang kembali, jadi harus dipersiapkan secara matang,” terang Sunardi, Anggota Komisi B DPRD Jombang.
Sunardi tak ingin, pelaksanaan rehabilitasi Pasar Ploso nantinya berjalan molor seperti proyek Pasar Pon dan Pasar Tunggorono tahun lalu. Salah satunya harus cermat dalam memilih pelaksana proyek. ”Pemilihan kontraktor harus benar-benar dipilah dan dipilih dengan tepat, kontraktor harus amanah dan berpengalaman,” lanjutnya.
Dengan pemilihan kontraktor yang baik, Sunardi berharap hasil pekerjaan nantinya juga baik. ”Jangan lagi lah ada molor-molor lagi, kasihan pedagangnya, sudah begitu nanti kualitasnya seadanya, eman-eman kalau uang negara dihambur-hamburkan begitu,” tambahnya.
Sunardi mengakui, penataan di Pasar Ploso memang sudah sangat mendesak untuk dilakukan. Kondisi pasar yang sudah sangat penuh, bahkan tumpah ke jalanan membuat kesan pasar ini terlihat kumuh. ”Padahal itu etalase juga untuk Jombang. Lokasi pasar ini kan di pinggir jalan provinsi ya, jadi harusnya memang ada penataan, supaya rapi, supaya yang belanja juga nyaman,” lontar politikus PPP ini.
Karenanya, dengan rehabilitasi itu, ia berharap tak ada lagi lapak terbengkalai hingga bangunan kumuh di dalam pasar ini ke depan. ”Setelah rampung, saya berharap pelayanannya juga bisa jadi lebih bagus,misalnya dengan menerapkan sistem elektronik, baik untuk retribusi atau parkirnya,” pungkasnya. (riz/naz/riz) Editor : Achmad RW