Kepala Dispendukcapil Jombang Masduqi Zakariya mengatakan, pihaknya sampai saat ini terus menyosialisasikan ke kecamatan-kecamatan agar warga segera beralih ke IKD. ”Jadi target kami dari 934 ribu penduduk yang sudah ber KTP, 25 persen atau kisaran 220 ribu sudah ke IKD terhitung hingga Maret 2024,” kata Masduqi.
Dikatakan, beragam upaya sudah dilakukan. Di antaranya melakukan pantauan ke setiap kecamatan. ”Laporan kita minta setiap hari, contohnya pada Jumat (6/4) kemarin yang sudah menginstal 215 warga,” imbuh dia.
Laporan itu, lanjut Masduqi, terus dicatat pihaknya. Sebab, pemerintah pusat juga tengah memberi imbauan agar setiap daerah segera menambah jumlah warga yang beralih ke IKD. ”Pusat juga membuat satu aturan, kalau ini kurang maksimal untuk stok atau jatah blanko e-KTP juga dikurangi,” ujar Masduqi.
Karena alasan itu, pihaknya terus mendorong tiap-tiap kecamatan menyosialisasikan hingga ke tingkat desa-desa. ”Biar masyarakat segera menginstal IKD. Sekarang belum banyak yang tahu,” tutur dia.
Dikhawatirkan, ketika seluruh layanan publik nantinya menggunakan IKD, bakal berjubel ke kantor dinas. Mengingat selain menginstal, juga perlu diaktifkan petugas. ”Kalau semua pelayanan publik memakai itu apakah perbankan, BPJS, pembelian tiket dan sebagainya maka akan berbondong-bondong mengintsal,” lanjut Masduqi.
Dikatakan, dari ratusan ribu warga yang sudah memiliki e-KTP, sampai saat ini yang sudah beralih ke KTP digital baru puluhan ribu. ”Yang sudah ke IKD masih sedikit, sekitar 20 ribu warga,” kata Masduqi. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW