Pemasangan ini dilakukan tim gabungan dari Pemkab Jombang, Pemkab Kediri, Pemprov Jatim dan Kodam V Brawijaya. Mereka terlihat meninjau bekas tambah galian C di perbatasan Jombang dan Kediri, di pinggir Kali Konto Desa/Kecamatan Gudo. Sekaligus berdiskusi dan menentukan titik-titik patok batas untuk dilakukan pemasangan.
“Jadi setelah melakukan sosialisasi, kita langsung ke lokasi untuk memasang patok,” terang Mudlor Kabag Pemerintahan Setdakab Jombang. Pemasangan pancang itu tak semudah yang dibayangkan. Kondisi lanskap tanah yang sudah rusak dan menyisakan banyak kuari, membuat pemasangan pasak harus disesuaikan.
Beberapa kali petugas harus menggunakan perahu untuk memasang pasak di sejumlah titik yang berada di tengah kuari. “Kita tetap upayakan sesuai titik yang sudah ditetapkan,” lanjutnya. Ia menyebut, ada 13 patok yang dipasang sepanjang Desa Gudo dan Desa Bugasur Kedaleman. “Perbatasan memang berada di dua desa itu,” imbuhnya.
Dalam pemancangan perdana kemarin, patok yang dipakai juga masih berupa patok berbahan bambu yang dicat merah. Hal itu sengaja dipilih untuk mempermudah pekerjaan. “Jadi ini masih pakai pasak kayu, karena masih penentuan awal, tiga sampai empat hari lagi, baru akan dipasang patok permanen,” pungkas Mudlor.
Untuk diketahui, persoalan batas wilayah Kabupaten Jombang dengan Kabupaten Kediri sempat memicu polemik warga Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo dengan para penambang beberapa waktu lalu. Sebab, aktivitas penambang diduga kuat sering mencaplok wilayah Kecamatan Gudo. (riz/bin/riz) Editor : Achmad RW