”Penetapan Hari Jadi Pemkab Jombang telah disepakati bersama setiap 21 Oktober, didasarkan atas bukti dokumen yang kuat, yaitu dokumen dari Pemerintah Hindia Belanda Nomor 553 yang menjelaskan tentang penghapusan Kabupaten Sidayu dan pemecahan Kabupaten Mojokerto menjadi Kabupaten Mojokerto dan Jombang dengan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 25 Tanggal 21 Oktober 1910,’’ ujar Bupati Hj Mundjidah Wahab.
Bupati menyampaikan, ada tiga makna dari lahirnya hari jadi Pemkab Jombang. Pertama, makna retrospektif, di mana dalam peringatan ini dijadikan kesempatan untuk menengok masa lalu. ”Karena masa lalu adalah mata rantai sejarah dan sebuah fondasi yang sangat bernilai sebagai referensi untuk menapaki masa kini dan masa depan,’’ tuturnya.
Kedua, introspektif, artinya dengan peringatan ini dijadikan sebagai sarana mawas diri atau introspeksi diri. Ketiga, makna prospektif, artinya dijadikan kesempatan untuk mendesain formula masa depan tanpa melupakan nilai-nilai dan peristiwa bersejarah di masa lalu.
”Dari tiga makna tersebut ada tiga spirit yang dapat kita ambil dan kita petik dari sejarah lepasnya Kabupaten Jombang dari Kabupaten Mojokerto 1910. Di mana nilai-nilai atau semangatnya bisa diwariskan kepada generasi muda sebagai calon pemimpin di masa yang akan datang,’’ tegasnya.
Pertama, nilai kemandirian yang berarti dengan lepasnya Kabupaten Jombang dari Kabupaten Mojokerto menandakan sebagai tonggak awal dalam mengurus pemerintahan secara mandiri. ”Arti mandiri adalah menentukan kebijakan pemerintahan yang tidak dipengaruhi kekuatan luar, melainkan mengatur secara mandiri pengelolaan sumber daya yang ada secara optimal untuk kepentingan kesejahteraan rakyat,’’ jelasnya.
Kedua, nilai tekad untuk maju. Dengan kemandirian dalam pengelolaan pemerintahan dituntut mempunyai tekad kuat untuk maju dan semangat. Terus melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik.
Ketiga, nilai keyakinan yang kuat. Dengan semangat tekad yang kuat melakukan perubahan-perubahan itu tentunya harus dibekali dengan keyakinan yang kuat, bisa sejajar dengan kabupaten lain bahkan bisa lebih unggul. Ketiga nilai inilah yang wajib dimiliki, khususnya para generasi muda agar cita-cita para founding father Kabupaten Jombang ke depan bisa terwujud.
"Peringatan Hari Jadi Pemkab Jombang, ibarat kita memegang busur dan anak panah. Untuk mencapai cita-cita yang dituju di masa depan dengan keinginan capaian yang sejauh-jauhnya, maka kita harus tarik anak panah itu jauh ke belakang,’’ papar bupati perempuan pertama di Jombang ini.
Saat ini, tegas bupati, fokus kerja pemerintah daerah adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang baik untuk memberikan dampak akseleratif bagi perkembangan daerah. ”Di samping itu, Pemkab juga mengupayakan dengan optimal pemanfaatan potensi sumber daya alam dan komoditas unggulan daerah dan membangun infrastruktur untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat,’’ tandasnya.
Pada peringatan Hari Jadi Pemkab Jombang ke 112, dirinya berharap semakin terjalin kesatuan dan kebersamaan dari semua elemen masyarakat. ”Dengan momentum peringatan Hari Jadi ke-112 Pemkab Jombang ini saya berharap kesatuan dan kebersamaan dari semua elemen masyarakat semakin terjalin,’’ pungkas Mundjidah.
Bersatu Wujudkan Masyarakat Berkeadilan Sosial
HAL senada disampaikan Wabup Sumrambah yang menyebut momen peringatan Hari Jadi ke-112 Pemkab Jombang sebagai momentum untuk bersatu dan bergandengan tangan. Ia mengajak semua stakeholder mulai tingkat desa hingga tingkat kabupaten bersatu padu mewujudkan masyarakat Jombang yang berkeadilan sosial.
Di usia ke-112 ini, lanjutnya, cita-cita pembangunan daerah adalah untuk mencapai masyarakat yang berkeadilan sosial. ”Kita masih dalam proses mencapai itu, tapi tidak boleh menyerah, kita harus bekerja keras, bersatupadu, untuk menciptakan bagaimana masyarakat Jombang berkeadilan sosial,’’ tegasnya.
Arek Jombang asli ini mengajak semua stakeholder baik tingkat desa kabupaten, serta seluruh masyarakat Jombang harus mencurahkan pikiran, tenaga, bergandengan tangan guna mewujudkan masyarakat Jombang yang berkeadian sosial. ”Itu yang terpenting dan kita butuhkan. Dan kita yakin, mampu bisa mencapai cita-cita tersebut,’’ pungkas Sumrambah. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW