Kabag Administrasi Pemerintahan Muhdlor mengatakan, berkas kerjasama terkait batas wilayah sebelumnya sudah dikirim ke Pemkab Kediri. Namun, saat ini belum ada tindaklanjut setelah pejabatnya dimutasi. "Tapi Insya Allah 90 persen sudah hampir selesai,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat kemarin (23/9).
Dijelaskan, berkas kerjasama antar kabupaten itu sudah lama dikirim. Di antaranya berkaitan pemasangan patok batas wilayah. ”Sudah di meja sana (Pemkab Kediri, Red) dan para prinsipnya hampir final. Kemarin sudah difasilitasi Jawa Timur, supaya pejabat yang baru segera menyelesaikan,” imbuh dia.
Setelah ada respons nanti, maka akan dilanjutkan penandatanganan kerjasama kedua belah pihak. ”Tinggal penandantanganan Sekdakab Jombang dengan Sekdakab Kediri,” ujar Muhdlor.
Dia menyebut, pemasangan patok tahun lalu yang gagal, akan tetap dilanjutkan tahun ini. Pemkab Jombang sendiri sudah menganggarkan kebutuhan untuk pemasangan patok batas wilayah tersebut. ”Anggarannya dari Jombang, masuk reguler (APBD 2022) kalau tidak salah Rp 130 juta," tutur dia.
Secara tidak langsung, alokasi anggaran tersebut tinggal menunggu hari H pelaksanaan, dalam hal ini pemasangan patok batas wilayah. ”Intinya sekarang kita menunggu Pemkab Kediri, karena sejak lama kita kirim,” lanjut Muhdlor.
Dia menilai, persoalan batas wilayah memang cukup pelik. Berbeda dengan batas wilayah Jombang-Bojoegoro yang setiap proses mendapat respons cepat. Perbatasan Kabupaten Bojonegoro di wilayah hutan Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan. Permasalahannya tidak begitu muncul sehingga berkas batas wilayah telah dikirim. "Hari ini (kemarin, Red) kita teruskan ke pak sekda,” tuturnya.
Sedangkan batas wilayah dengan Kabupaten Kediri, sejak tahun lalu masih berproses. ”Kediri ini memang agak lama, karena lokasi perbatasannya dengan galian pasir. Sedikit sensitif," pungkas Muhdlor.
Seperti diketahui, setelah tahun lalu gagal, pemasangan patok batas wilayah Jombang dengan Kabupaten Kediri hingga kini tak kunjung tuntas. Pemerintah Desa Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo, menagih janji pemkab agar segera menyelesaikan persoalan yang pernah memantik demo warga setempat. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW