Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Aktivis Lingkungan Sesalkan Banyaknya Tanaman Mati di Trotoar Wahid Hasyim

Achmad RW • Senin, 5 September 2022 | 13:07 WIB
Kondisi tanaman di gantung Trotoar Wahid Hasyim ini tak terawat, layu dan mengering. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)
Kondisi tanaman di gantung Trotoar Wahid Hasyim ini tak terawat, layu dan mengering. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)
JOMBANG - Dibiarkan matinya pohon pada proyek trotoar dan drainase Jalan KH Wahid Hasyim direspons aktivis Relawan Peduli Pohon Jombang (RPPJ). Pihaknya menyayangkan langkah rekanan yang tak segera mengganti pohon itu.

"Dulu sebelum ada proyek banyak pohon rindang. Lalu ditanami pohon baru, ternyata sekarang malah banyak yang mati," kata Agus Suprapto, aktivis lingkungan RPPJ kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, ada banyak manfaat pohon yang biasanya ditanam di pinggir jalan. Selain berfungsi untuk keindahan, juga sebagai peneduh lingkungan sekitar termasuk resapan air. "Setahu saya pohon ini hampir satu tahun ditanam, tapi kenapa sampai sekarang banyak yang mati," imbuh dia.

Menurut dia, bisa jadi saat proses penanaman sudah dalam kondisi mati. Itu terlihat dari batang pohon yang sudah ditanam dalam kurun waktu cukup lama tak tumbuh tunas baru. ”Kedua, karena minim perawatan. Harusnya setelah ditanam, dalam jangka waktu satu-dua bulan itu sudah ada tunas. Tapi, ketika lebih dari itu atau sampai enam bulan tidak ada, ini menandakan pohon sudah mati," ujar Agus.

Karena itu, menurut Agus, harusnya ketika benar-benar ada perawatan sudah diketahui sejak awal pohon itu mati dan tidaknya. Sehingga proses penggantian bisa terjadwal. ”Bukan dibiarkan seperti ini. Kalau sudah begitu, artinya di sana tidak ada perawatan," tutur Agus.

Dia juga mempertanyakan kondisi tanaman di sepanjang trotoar. Sebab, sepengetahuan dia, tak semua tanaman saat ini tumbuh subur. Baik yang berada di pot maupun yang ditanam di pot-pot terazo termasuk yang di taman gantung. "Dulu waktu awal nanam kelihatan masih hijau, sekarang banyak yang kering dan layu," lanjut dia.

Menurut Agus, ini menandakan tanaman itu minim perawatan. Baik pohon maupun tanaman harusnya usai ditanam dilakukan perawatan. Sehingga bisa hidup dan tumbuh subur. Namun, melihat kondisi saat ini berbanding terbalik. "Apalagi sekarang musim kemarau, harusnya ada penyiraman. Minimal dua kali satu hari," tutur dia.

Agus mempertanyakan, fungsi diubahnya trotoar sepanjang jalan itu. Semula untuk mempercantik wajah Jombang kota, kini justru berbeda. ”Jangan sampai mengutamakan salah satu saja. Karena di sana juga ada pohon dan tanaman yang perlu diperhatikan," kata Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah faslitas di trotoar Jl KH Wahid Hasyim yang rusak belum juga diganti. Baik berupa kerusakan keramik, kerusakan pot, bola beton hingga tanaman yang mati masih dibiarkan.

Banyaknya titik kerusakan pada proyek rehabilitasi trotoar dan drainase Jl KH Wahid Hasyim ditindaklanjuti Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang. Sebagai langkah, dinas menerjunkan tim mendata seluruh titik kerusakan. Data tersebut nantinya akan dijadikan dasar pihaknya memberikan surat teguran kepada pelaksana proyek agar segera melakukan perbaikan. Terlebih lagi, pada November nanti, dan Pemkab menyebut tak ingin ada kerusakan saat proyek diserah terimakan. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW
#mati #Jombang #Fungsi pohon #tanaman #Trotoar Jl KH Wahid Hasyim #Pohon kering #Megaproyek #Keindahan lingkungan #RPPJ #Relawan peduli pohon jombang