”Meski proyek BBWS, pemkab juga harus ikut mengawasi,” ujar Miftahul Huda Wakil Ketua Komisi C DPRD Jombang, kemarin (29/8) siang.
Terlebih, pelaksanaan proyek tersebut menimbulkan gejolak yang dirasakan masyarakat. Sehingga hal ini juga harus menjadi perhatian pemkab. ”Paling tidak pemerintah desa langsung menanggapi keluhan masyarakatnya,” kata dia.
Dinas terkait dalam hal ini Dinas PUPR juga ikut mengawasi pelaksanaan proyek, sehingga bisa mengetahui sumber persoalannya seperti apa. ”Dinas juga bisa melapor ke BBWS bila ada masalah di masyarakat,” bebernya.
Ia menyadari jika proyek yang dikerjakan ini untuk kepentingan masyarakat. Namun tidak elok, bila kemudian dalam pengerjaannya menimbulkan keresahan. Apalagi sampai merugikan masyarakat. Jika dinas terkait ikut melakukan pemantuan, maka dia meyakini keluhan segera direspons.
Untuk itu persoalan harus segera dicarikan solusi terbaik. Proyek yang semestinya untuk kepentingan masyarakat ini agar tidak merugikan masyarakat sekitar. ”Permasalahan harus segera diselesaikan. Jangan sampai ada gejolak lagi di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Huda.
Untuk diketahui, proyek rehabilitasi tanggul Sungai Brantas di Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, dikeluhkan warga sekitar. Sebab, sejumlah bangunan rumah warga retak-retak yang diduga dampak pengerjaan proyek milik BBWS Brantas.
Ninik Handayani warga Dusun Jatipandak misalnya, mengeluhkan munculnya sejumlah retakan pada dinding rumahnya. Keretakan pertama dua titik terdapat di kamar. Retakan berikutnya terlihat di dapur dan bagian belakang rumahnya.
Padahal, sebelum ada proyek perbaikan tanggul, bangunan rumahnya baik-baik saja. Dia baru mengetahui ada beberapa titik bagian dinding, bersamaan ada kegiatan pemancangan di lokasi proyek. ”Seperti ada gempa, terasa horek. Saya sampai takut rumahnya ambruk,” kata dia.
Di salah satu dinding kamarnya, terlihat muncul retakan parah, memanjang hingga 1 meter. Saking parahnya, rumahnya bisa diintip melalui lubang retakan tersebut. ”Ya baru satu bulan ini, dinding yang belakang baru selesai, sekarang ada yang retak juga,” pungkas Ninik. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW