Sosialisasi Gemarikan kemarin (23/8) dilaksanakan di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Wakil Bupati Jombang Sumrambah, ketua TP PKK sekaligus ketua Forikan Jombang Wiwin Isnawati Sumrambah, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Wakil Ketua DPRD Jombang Farid Alfarisi, organisasi wanita, guru dan siswa SMA/SMK/MA di Jombang.
”Gemarikan ini merupakan kegiatan yang sistematis dan terstruktur. Program ini merupakan inisiasi dari Kementerian Perikanan dan Kelautan,” ungkap Nurkamalia Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang.
Melalui sosialisasi Gemarikan, diharapkan dapat daya konsumsi ikan masyarakat meningkat. Utamanya untuk anak-anak, mengingat ikan memiliki kaya nutrisi yang mampu meningkatkan kecerdasan anak. ”Saat ini konsumsi ikan rata-rata per orang hanya 83 gram per hari, padahal targetnya 150 gram per hari. Ketersediaan ikan di Jombang juga sudah surplus,” jelas Nurkamalia. Sebut saja produksi ikan patin, lanjut Nurkamalia, Kabupaten Jombang merupakan daerah penghasil ikan patin dan bawal tertinggi se Jawa Timur.
Wiwin Isnawati Sumrambah, Ketua Forikan (forum peningkatan konsumsi ikan) Jombang memberikan uraian tentang segudang manfaat yang dimiliki ikan. Menurutnya, ikan dapat meningkatkan kecerdasan anak karena mengandung banyak omega 3. ”Untuk meningkatkan kecerdasan tidak harus mahal, ikan lele, ikan patin, ikan-ikan air tawar karena kita tidak punya laut, itu memiliki kandungan nutrisi yang sangat banyak,” jelasnya.
Namun, manfaat ikan dapat dirasakan sepenuhnya dengan pengolahan yang tepat. ”Ikan memiliki kandungan kolesterol baik, tapi kolesterol itu akan berkurang kandungannya ketika cara mengolahnya keliru. Misalnya digoreng, nanti kolesterol yang tadinya baik akan berubah menjadi jahat. Bisa diolah dengan cara yang lain, seperti dengan dibakar, dikukus,” urainya.
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengatakan, Gemarikan harus digaungkan seluas-luasnya kepada masyarakat. Gerakan ini dilakukan untuk penurunan angka stunting. ”Alhamdulillah, Gemarikan di sini adalah program tahunan, ini program nasional, dan sudah terlihat hasilnya, angka stunting di Kabupaten Jombang terus menurun dari tahun ke tahun,” kata bupati.
Pada 2018, angka stunting di Jombang mencapai angka 20,1 persen, 2019 turun menjadi 17 persen, 2020 turun lagi menjadi 16 persen, dan tahun 2021 kembali turun menjadi 13,1 persen. ”Angka sekarang di bawah angka nasional yang masih 14 persen,” terang Bupati Mundjidah.
Peran serta masyarakat, khususnya elemen organisasi wanita diharapkan mampu bersinergi dengan pemkab untuk terus menyosialisasikan Gemarikan hingga lapisan masyarakat paling bawah. ”Meskipun kita tidak punya laut, tapi kita punya banyak ikan air tawar, bahkan kita penghasil tertinggi se Jawa Timur,” ungkap Bupati Mundjidah.
Kegiatan sosialisasi berjalan lancar. Sejak pukul 08.00, peserta dan tamu undangan mulai berdatangan. Materi pertama disaampaikan ketua forikan, dilanjutkan dengan santunan untuk anak-anak yatim.
Selain itu, juga ada penyerahan bantuan alat kepada pelaku usaha. Di antaranya, sarana prasarana pengolahan bakso kepada Pokmas Sejahtera Desa Brudu, Kecamatan Sumobito. Sarana chest freezer kepada kelompok Mina Asih Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, kelompok Dua Putra Desa, Kebondalem Kecamatan Bareng, dan Kelompok Mina Putra Mandiri Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno.
Juga sarana prasarana pengolahan pindang kepada kelompok Mina Sofi Desa Blimbing, Kecamatan Gudo. ”Kami berharap, mudah-mudahan bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan dengan baik, dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” harap Nurkamalia.
Selanjutnya...
Resmikan Klinik Kesehatan Ikan
SELAIN kampanye Gemarikan (gerakan masyarakat makan ikan), dalam kegiatan kemarin juga dilakukan peresmian klinik kesehatan ikan Si Pekan Ceria (Sistem pelayanan kesehatan ikan cepat, responsif, inovatif, dan adaptif). Masyarakat bisa melakukan konsultasi tentang ikan hingga kandungan PH air di Kantor Dinas Ketananan Pangan dan Perikanan Jombang.
”Melalui klinik kesehatan ikan ini, masyarakat bisa melakukan konsultasi tentang ikan hingga bisa cek PH air di sini,” ungkap Nurkamalia, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang.
Peresmian klinik kesehatan ikan ditandai dengan pemotongan pita peresmian oleh Bupati Jombang Mundjidah Wahab didampingi Wabup Sumrambah serta Kepala Dinas Ketananan Pangan dan Perikanan Nurkamalia. ”Klinik kesehatan ikan ini juga bisa dijadikan tempat rekreasi atau studi tentang ikan bagi siswa,” pungkasnya. (wen/naz)
(wen/naz)
Editor : Achmad RW