”Jadi beberapa hari lalu saya sudah ke KASN untuk mengajukan izin pengisian jabatan Direktur RSUD Jombang,’’ ujar Sekdakab Jombang Agus Purnomo, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (12/8). Pengisian akan dilakukan jika izin atau rekomendasi dari KASN turun. Menurutnya, rekom KASN tersebut merupakan cantolan hukum dimulainya pengisian kekosongan jabatan. ”Ya rekom itu adalah acuan kita,’’ tambahnya.
Jika dalam waktu dekat rekomendasi KASN turun, maka pengisian akan langsung dimulai. "Target kita September tuntas. Karena jika kita mulai Agustus, maka proses asemen bisa dilakukan secepatnya,’’ jelas dia.
Hanya saja, Agus tak bisa memastikan kapan rekomendasi tersebut turun dari KASN. Menurutnya, bisa cepat, bisa lambat. ”Itu sudah menjadi wewenang sana (KASN, Red). Yang jelas kami sudah mengajukan izin,’’ paparnya.
Agus menyebut, tim panitia seleksi (pansel) juga baru dibentuk setelah rekom turun. Sebagaimana pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) lainnya, ada anggota tim dari internal dan eksternal. ”Ya seperti biasa, nanti akan ada dari akademisi atau eksternal serta dari kita sebagai tim internal,’’ jelasnya.
Ditambahkan, meski selama enam bulan ini jabatan direktur RSUD Jombang kosong. Namun dia mengklaim tata managerial dan administrasi rumah sakit pelat merah itu berjalan normal. ”Karena ada plt Pak Budi (Kadinkes),’’ pungkas Agus. (ang/bin) Editor : Achmad RW