Sunardi Ketua Komisi B DPRD Jombang mengatakan, pada komisining pembahasan P-APBD, pihaknya lebih fokus pada perumda. Pasalnya, pada P-APBD 2022 dua perumda mendapatkan menyertaan modal. ”Perda penyertaan modal juga sudah didok. Tinggal realisasinya,” ungkapnya.
Dalam pembahasan komisioning tersebut, pihaknya mewanti-wanti ke seluruh jajaran direksi Perumda Aneka Usaha Seger dan Perkebunan Panglungan untuk memanfaatkan penyertaan modal yang diberikan. ”Penyertaan modal ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh dua perumda. Pengelolaan juga harus lebih baik lagi agar bisa memberikan PAD,” terangnya.
Sedangkan Komisi D DPRD Jombang fokus terkait perbaikan fasilitas sekolah. M Syarif Hidayatullah Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang mengatakan, dari penyampaikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Jombang, ada ratusan sekolah yang harus ditangani. ”Jadi kami meminta sekolah yang benar-benar membutuhkan perbaikan harus segera dilakukan,” katanya.
Mengingat waktu pelaksanaan pekerjaan juga sangat mepet, lanjut Syarif, lelang harus segera dilakukan. Jangan sampai, pekerjaan menjadi molor. ”Karena itu fasilitas untuk belajar mengajar. Terlebih lagi saat ini pertemuan tatap muka, jadi harus dikerjakan sesuai waktu. Jangan sampai molor dan bahkan menganggu kegiatan belajar mengajar,” pungkas Syarif. (yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW