Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang Muhammad Nashrulloh menuturkan, memasuki triwulan kedua, tahap pensertifikatan aset pemkab masih terus berjalan.
Hasil evaluasi Mei lalu, tercatat ada ratusan bidang sudah keluar sertifikat. ”Jumlah aset yang sudah bersertifikat sampai dengan Mei 704 bidang," kata Nashrulloh, dikonfirmasi, Minggu (5/6) kemarin.
Ratusan bidang itu, lanjut Nasrulloh, merupakan akumulasi dari triwulan pertama dan kedua yang saat ini masih berjalan. ”Atau sejak Januari lalu,” imbuhnya.
Ratusan aset itu terdiri dari berbagai jenis, mulai bidang jalan, lahan dan bangunan. "Ada tambahan atau kenaikan sebelum akhir Mei kemarin," imbuh dia.
Dijelaskan, karena ada tambahan, pemkab kemudian menindaklanjuti dengan laporan ke KPK. "Jadi per bulan itu ada (laporan, Red), dan setiap triwulan paling lambat laporannya tanggal 10 atau akumulatifnya enam bulan,” ujar Nashrulloh.
Dengan begitu, lanjut dia, pemkab sudah menindaklanjuti atensi dari lembaga antirasuah. Mengingat sejak awal ditekankan agar segera mensertifikatkan setiap aset milik pemkab. "Karena dari awal sudah jadi atensi KPK," kata Nashrulloh.
Seperti diberitakan sebelumnya, sertifikasi aset pemkab sampai sekarang terus berjalan. Dari ribuan aset pemkab yang belum mengantongi sertifikat, pada triwulan pertama tahun ini ada tambahan 255 bidang yang sudah memiliki sertifikat. Sementara 174 berkas berproses di ATR/BPN Jombang.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang M Nashrulloh menuturkan, sertifikasi aset pemkab kini masih berjalan. ”Di triwulan pertama yang sudah kita laporkan ke KPK, kemarin ada 255 sertifikat yang sudah jadi,” kata Nashrulloh kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dijelaskan, ratusan aset yang sudah terbit sertifikat itu menyebar di beberapa lokasi. Utamanya di Kecamatan Jombang sesuai target awal, yakni untuk bidang jalan. ”Karena untuk jalan itu kan tidak berhenti, menyambung atau membentang dari satu kecamatan ke kecamatan lain,” imbuh dia. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW