Seperti terpantau Jumat (13/5) kemarin, para pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas. Laju kendaraan pun harus berkelak-kelok guna menghindari jeglongan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Jombang mengakui, sampai saat ini penanganan jalan terdampak proyek jembatan baru Ploso belum bisa dilakukan maksimal. Sebab mengandalkan penanganan darurat. ”Iya, sudah empat kali kita perbaiki, tapi sifatnya hanya penanganan darurat. Terakhir sebelum Lebaran kita perbaiki,” kata Bayu.
Disinggung terkait hasil koordinasi pemkab dengan pemerintah pusat terkait pengajuan perbaikan jalan dari dana alokasi khusus (DAK), Bayu mengaku pesimistis. Karena tak adanya kepastian dari pusat, lanjut Bayu, pemkab akhirnya meng-handle sendiri keperluan penanganan jalan terdampak pembangunan jembatan baru Ploso. ”Pakai DAK kayaknya sudah tidak mungkin lagi, biasanya turunnya juga dipertengahan tahun. Itu pun belum tentu juga,” terang dia.
Diakui Bayu, pemkab semula berharap banyak penanganan jalan itu mendapat sokongan anggaran dari pemerintah pusat. Namun, karena banyak pertimbangan, rencananya bakal memakai anggaran reguler APBD 2023. ”Ini nanti rencananya kita masukkan skema 2023. Karena kayaknya sudah tidak mungkin lagi berharap pada balai ataupun provinsi. Mungkin di sana juga punya prioritas dan anggaran juga terbatas, akhirnya mau tidak mau kita eksekusi dengan reguluer,” ujar Bayu.” tutur dia. Editor : Achmad RW