Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

DPRD Jombang Minta Sistem Kebutuhan Kedelai Dibenahi

Rojiful Mamduh • Jumat, 25 Februari 2022 | 16:07 WIB
Photo
Photo
JOMBANG - Ketua Komisi B DPRD Jombang Sunardi, meminta Pemkab Jombang melakukan pembenahan, seiring kebutuhan kedelai setiap tahun yang cukup banyak. Paling tidak, petani yang menanam kedelai diperbanyak di semua wilayah.

“Dengan kondisi ini Pemkab Jombang harus segera mengambil upaya penanganan,” ujarnya. Penanganan dalam hal ini turut menyediakan kedelai lokal. Kendati secara kualitas, bahan kedelai lokal kalah dengan kedelai impor yang memiliki ragam jenis serta tingkat kebersihan. Namun kedelai lokal harus disiapkan.

“Untuk memberi kepastian kepada pengusaha tahu-tempe maka Pemkab Jombang dapat mengambil langkah pengadaan kedelai lokal,” sambung Sunardi.

Hal senada disampaikan Rahmat Abidin anggota Komisi B yang menyebut, persoalan tahu-tempe selalu terjadi setiap tahun. Karena itu dituntut ada pembenahan sistem. Salah satu cara yang bisa dilakukan, mendorong pemerintah pusat untuk mengeluarkan kebijakan.

“Selain menggelar operasi pasar, harus didorong agar pusat segera ada kebijakan. Sedangkan di tingkat bawah, petani turut fokus menanam kedelai guna mendukung kebutuhan stok,” imbuhnya.

Wakil Bupati Jombang Sumrambah menegaskan jika selama ini pemkab sudah mendorong regulasi terkait tata niaga kedelai. Namun karena harus diputuskan pemerintah pusat, maka prosesnya memerlukan waktu. Salah satunya, secara khusus ia ada notulen sebagai bahan pertimbangan agar secepatnya tata niaga kedelai dikeluarkan.

“Kami berharap semua pihak membubuhkan tanda tangan yang nanti dikirim ke Departemen Perdagangan, guna mendorong tata niaga yang kami ajukan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Moch Rony menyebut,  lahan pertanian kedelai di Jombang terus berkurang setiap tahun. Jika tahun 1990 tercatat ada 15.000 hektare tanaman kedelai. Dalam perkembangannya di tahun 2019 lalu menyusut tinggal 1.800 hektare. “Luasan di tahun 2020 tinggal 560 hektare. Meski tahun 2021 ada kenaikan menjadi 1.750 hektare,” terangnya.

Ia menyebut, hanya tiga wilayah yang masih konsisten menanam kedelai. Meliputi Kecamatan Sumobito, Tembelang dan Kecamatan Kesamben. “Produksi kita hanya 2.500 ton pertahun hasil panen dari tiga kecamatan. Jika kita bersama bisa menyediakan 11.000 hektare pertahun, maka bisa mencukupi produksi tahu-tempe di Jombang,” pungkas dia. Editor : Rojiful Mamduh
#dprd jombang #Kedelai