AJEG memiliki arti konsistensi. Jejeg berarti tegar. Dua paduan kata tersebut menjadi tema pameran lukisan yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Komunitas Pelukis Indonesia (Kopi) Jombang dan Jawa Pos Radar Jombang.
Pameran lukisan yang dibuka mulai 26 hingga 30 Januari ini tak hanya sebagai ajang edukasi, melainkan sebagai pendongkrak ekonomi para pelukis di Jombang akibat pandemi Covid-19.
Sedikitnya 70-an lukisan dipajang dalam pameran lukisan pagi itu. Di antara deretan lukisan, perhatian pengunjung banyak tertuju pada lukisan Bupati Jombang Mundjidah Wahab. Selain itu, sejumlah tokoh pendiiri NU asal Jombang juga terpampang rapi di dalam ruangan. ”Alhamdulillah berkat dukungan dari Dinas P dan K serta Jawa Pos Radar Jombang, kami bisa menggelar pameran bertema “Ajeg Jejeg”,” ujar Eko Utomo, panitia pameran kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dijelaskan, ada banyak aliran karya yang dipamerkan kemarin. Mulai realis, kontemporer, kaligrafi, abstrak dan lain-lain. ”Total ada 37 pelukis yang berpartisipasi dalam pameran ini,” tandasnya.
Selain dipamerkan, lukisan tersebut juga dijual untuk masyarakat umum. Ini sebagai wujud kepedulian agar para pelukis dapat terus eksis mengekpresikan karya mereka. ”Sehingga harapannya kegiatan ini juga dapat mendongkrak perekonomian teman-teman pelukis di tengah pandemi,” pungkasnya.
Sementara itu, Dian Yunitasari, Kabid kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menjelaskan ajang pameran bertemakan “Ajeg Jejeg” merupakan upaya untuk mewadahi komunitas pelukis di Jombang. ”Jadi selama pandemi teman-teman pelukis banyak yang tidak terwadahi dan mereka juga butuh mengaktualisasikan karya-karya seninya. Sehingga kami ngiras-ngirus memfasilitasi teman-teman Kopi dengan menggelar pameran ini,” jelas dia.
Dalam kegiatan itu, siswa-siswi SD hingga SMA diundang untuk menyaksikan. Tujuannya, untuk memberikan referensi ketika mereka melukis termasuk menumbuhkan minat bakat di dunia melukis. ”Ada pemandu dari panitia sehingga bisa tanya jawab cara melukis bagaimana dan bisa memberikan sumbangsih teman-teman yang ada di sana,” tandasnya.
Pemeran lukisan ini juga diharapkan dapat mendongkrak perekonomian para pelukis akibat dampak pandemi Covid-19. ”Tentu harapan kami ini bisa menjadi income tambahan teman-teman pelukis,” pungkasnya. Editor : Rojiful Mamduh