Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dinas Peternakan Jombang Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat

M Nasikhuddin • Selasa, 28 September 2021 | 01:02 WIB
Dinas Peternakan Jombang Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat
Dinas Peternakan Jombang Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat


JOMBANG – Peternakan di Jombang dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan hasil cukup signifikan. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan jumlah peternak baik dari komoditas ruminansia besar, kecil maupun unggas.



Imam Sutrisno Kepala Dinas Peternakan Jombang, menyampaikan peningkatan juga bertambah pada jumlah kelompok peternak. Utamanya kelompok tani santri milenial (KTSM). Tahun ini ada peningkatan jumlah peternak menjadi 546 orang dan KTSM 9 kelompok. ”Itu hitungan per tribulan, tiga tahun terakhir,” jelasnya.



Dinas Peternakan Jombang memiliki fungsi melaksanakan pembinaan, pelayanan serta sebagai fasilitator bagi kelompok ternak, untuk mendapatkan bantuan sarana budidaya baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Ada banyak bantuan yang digelontorkan untuk peternak.



Di antaranya, bantuan berbentuk uang sebesar Rp 520 juta yang diberikan kepada empat kelompok penerima. Bantuan tersebut bisa digunakan untuk pengadaan ternak. Juga bantuan dalam bentuk natura (barang) seperti sarana budidaya.



Tahun ini, lanjut dia, bantuan natura di antaranya sapi potong, sapi perah, kambing dan domba. Sementara untuk sarana pendukung, adalah alat pengolah pupuk organic (APPO), Chooper dan Hammermill, serta peralatan penanganan pasca panen susu.



”Agar semua bantuan yang diserahkan kepada penerima dapat bermanfaat dan berkembang. Untuk pembinaan, monitoring serta evaluasi dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan,” sebut Imam. Adapun fungsi pelayanan yang dilakukan, menjaga status kesehatan ternak. Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan peternak dan perlindungan keselamatan manusia dari infeksi penyakit zoonosis. Termasuk status kesehatan hewan yang optimal.



”Dengan terus berkomitmen dalam hal pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan,” katanya. Tahun ini, kegiatan pelayanan kesehatan hewan terpadu dilaksanakan di semua desa se-Jombang dengan target 1.300 ekor. Hasilnya, target pelayanan kesehatan hewan terpadu tercapai 2.223 ekor dari 21 kecamatan.



Pelayanan terhadap keberlanjutan usaha melalui fasilitasi program asuransi usaha ternak sapi atau kerbau (AUTSK) juga telah dilaksanakan. Tujuannya, memberi perlindungan usaha berupa proteksi bagi peternak sapi atau kerbau yang bisa memiliki risiko seperti kematian ternak akibat penyakit, kecelakaan, kehilangan akibat pencurian maupun kematian akibat melahirkan.



Pemkab Jombang telah mengalokasian bantuan pembayaran premi sebesar Rp 40.000, per ekor per tahun untuk komoditas sapi potong sebanyak 1.000 ekor, dari nilai Rp 200.000 yang harus dibayar peternak. Sampai dengan tribulan ketiga ini, jumlah ternak yang telah mengikuti program AUTSK sebanyak 606 ekor dari target 1.000 ekor.



Pembinaan yang dilakukan tidak saja diarahkan pada sisi teknis. Ia menyebut dari sisi kelembagaan juga menjadi prioritas utama. Tujuannya, meningkatkan kemampuan, melaksanakan fungsinya, kemampuan anggota dalam mengembangkan agribisnis, sehingga kelompok menjadi tangguh, kuat dan mandiri.



Pada event lomba manajemen kelompok agribisnis peternakan tingkat Provinsi Jawa Timur 2021, dua kelompok ternak Jombang mendapat penghargaan dari Dinas Peternakan Jawa Timur. Kelompok peternak Arum Jaya Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam sebagai juara 1 dengan komoditas kambing PE, dan kelompok ternak Perah Jaya dari Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam sebagai juara 3 dengan komoditas sapi perah. ”Ini wujud dari keberhasilan semua kegiatan yang telah dilakukan,” tegasnya.  


Seluruh kegiatan ini mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Melalui Dinas Peternakan, bupati menginginkan hadirnya pemerintah untuk masyarakat dalam menunjang keberhasilan pembangunan peternakan, yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan menyejahterakan masyarakat. ”Pemkab selalu hadir untuk menunjang keberhasilan pembangunan peternakan,” pungkas bupati.


Editor : M Nasikhuddin