Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pelayanan Orthopedi RSUD Jombang Semakin Terdepan

Rojiful Mamduh • Rabu, 27 Januari 2021 | 15:30 WIB
JOMBANG – Masyarakat Jombang tak perlu ragu berobat ke RSUD Jombang. S
JOMBANG – Masyarakat Jombang tak perlu ragu berobat ke RSUD Jombang. S


JOMBANG – Masyarakat Jombang tak perlu ragu berobat ke RSUD Jombang. Sebagai rumah sakit tipe B pendidikan dengan predikat akreditasi paripurna, serta rumah sakit dengan tingkat kepatuhan BPJS terbaik, RSUD Jombang telah meningkatkan pelayanan. Salah satunya di poli orthopedi.



Hal ini diulas dalam bincang program Humas RSUD Jombang bersama dr Yvonne Sarah Sp.OT-Spine dokter spesialis bedah tulang (orthopedi). Menurut dr Yvonne, tulang belakang manusia akan mengalami penuaan (degenerasi) saat usia bertambah. Sehingga berisiko memunculkan masalah mulai dari nyeri hingga osteoporosis.



"Belum lagi aktivitas yang tidak biasa dan sejumlah faktor seperti kurangnya asupan nutrisi, perilaku merokok, memutar tubuh berlebihan,” ungkapnya. Selain itu, faktor mekanik seperti mengangkat benda berat, juga berperan pada proses degenerasi tulang belakang.


Gejala yang sering muncul selain nyeri adalah deformitas tulang belakang, keterbatasan gerak dan kelemahan anggota tubuh. “Termasuk fungsi sensoris yang menurun serta disfungsi seksual," tambahnya.



Dijelaskan, kondisi tulang belakang degeneratif merupakan keausan dan keusangan yang terjadi secara bertahap, pada cakram persendian dan tulang spina (tulang belakang). Umumnya, hal ini terjadi pada orang lanjut usia. Perubahan tersebut lambat laun bisa menekan urat dan saraf tulang belakang, sehingga menyebabkan berbagai gejala.



"Perubahan tulang belakang degeneratif dapat mencakup bony spurring (Osteophytes), penurunan tinggi cakram, kehilangan tulang rawan persendian dan penebalan tulang," imbuh dokter kelahiran Jambi 21 Agustus 1962 ini.



Osteoporosis sendiri, lanjut dia, merupakan salah satu jenis degenerasi tulang belakang yang dialami orang-orang di Indonesia. Karena kepadatan tulang berkurang akibat hilangnya kalsium.


Selain lemahnya struktur dan kepadatan tulang untuk meningkatkan risiko fraktur atau patah. Seperti wanita berusia 40 tahun ke atas cenderung mengalami osteoporosis. Bahkan sampai 40 persen wanita usia 80 tahun dipastikan mengalami masalah ini.



"Penderita osteoporosis yang sudah dengan fraktur tulang belakang, obat penghilang rasa sakit, bed rest untuk beberapa saat hingga penggunaan korset khusus dan pembedahan bisa menjadi pilihan terapi,” jelas dia. Selain osteoporosis, facet joint syndrome juga termasuk masalah akibat proses degeneratif tulang belakang seperti arthritis pada tulang rawan sendi.



Radang yang terjadi, bebernya, memicu sinyal rasa sakit pada cabang saraf sensory kapsul sendi facet. Sedangkan khas dari facet joint syndrome, nyerinya menyebar hingga ke bokong jika terjadi di pinggang, atau menyebar ke bahu hingga kepala bagian belakang jika terjadi di leher.


“Rasa tidak nyaman atau pegal juga terasa tepat di atas sendi facet yang bermasalah," terang alumnus FK dan Ortho FK Unair Surabaya ini.



Sedangkan perawatan fisioterapi bagi pasien yang menderita degenerasi tulang belakang untuk membantu meredakan rasa nyeri, memperbaiki fleksibilitas dan kekuatan, serta memastikan hasil yang optimal. Perawatan tersebut meliputi back brace (menyangga punggung) atau back taping, saran untuk memodifikasi aktivitas, dry needling (tusuk jarum kering), elektroterapi (ultrasonografi) dan berolahraga (renang) untuk memperbaiki fleksibilitas.



Selain itu, kekuatan dan stabilitas inti, hidroterapi, perawatan dengan es atau panas, mobilisasi, pilates, pijat jaringan lunak, traksi, dan alat bantu berjalan.


dr Yvonne berpesan, agar masyarakat selalu penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). "Untuk itu kita harus melakukan gaya hidup sehat seperti olahraga, duduk dengan posisi baik dan mengupayakan berat badan sehat,” lanjut dia.



Tidak kalah pentingnya, latihan penguatan otot punggung dan perut karena seiring penuaan, bantalan sendi menjadi kurang elastic. Memungkinkan robekan menjadi semakin besar dan inti bantalan keluar. Keluarnya inti bantalan sendi ini menjadikan bantalan sendi menonjol, mempengaruhi saraf tulang belakang di sekitarnya.



“Kepada masyarakat Jombang dan sekitarnya mari periksa di Poli Orthopedi RSUD Jombang, jangan menunggu sakit," pungkas ibu satu anak ini.


Untuk diketahui, RSUD Jombang memiliki dokter spesialis orthopedi dan traumatologi, yaitu dr Yvonne Sarah Sp.BO-Spine dan dr Juniarita Eva Santy Sp.BO-Ped yang dapat memberi pelayanan di Poli Orthopedi setiap Senin-Kamis (07.00-12.00) dan Jumat (07.00-11.00).


Editor : Rojiful Mamduh