Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Perencanaan Revitalisasi Alun-alun Jombang Hampir Final

Rojiful Mamduh • Selasa, 29 Desember 2020 | 01:40 WIB
JOMBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang terus mematangkan progr
JOMBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang terus mematangkan progr


JOMBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang terus mematangkan program revitalisasi Alun-alun Jombang. Saat ini dokumen DED (Detail Engeenering Design) sudah hampir kelar.



Abdul Qudus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Jombang mengatakan, tahap perencanaan program yang dilaksanakan tahun ini hampir kelar. Tinggal menunggu adanya perubahan pada DED.


’’Jadi sebenarnya sudah selesai, cuma kemarin setelah rapat dengan ibu bupati (Mundjidah Wahab, Red) ada sedikit perubahan,’’ kata Qudus kepada Jawa Pos Radar Jombang Minggu (27/12) kemarin.



Dijelaskan, perubahan itu terkait model gapura. Ditarget sebelum tutup tahun DED itu itu sudah kelar dan berlanjut ke tahap berikutnya.


’’Revisinya ini tentang model gapura, paling tidak Senin atau Selasa sudah selesai,’’ imbuh dia.



Dikatakan, setelah DED final dilanjutkan pada probity audit ke Inspektorat Jombang. ’’Pada intinya pindah tahun tetap kita cek HPS, ada perubahan harga atau tidak. Setelah klir baru ke probity audit Inspektorat,’’ sambung Qudus.



Setelah itu kelar lanjut dia, baru kemudian masuk ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Jombang. ’’Jadi ketika semua sudah fix, baru kita lelang,’’ terang dia.



Untuk sementara anggaran yang disiapkan kegiatan itu berkisar Rp 10 miliar. ’’Rencana anggarannya sekitar Rp 10 miliar,’’ sebut dia.



Dijelaskan, revitalisasi Alun-alun Jombang sangat dibutuhkan, mengingat kondisi saat ini (eksisting) dipandang kurang layak sebagai ikon Jombang.


’’Kondisi sekarang sangat tertinggal jauh dengan kabupaten/kota di Jawa Timur yang sudah mulai berbenah dan menjadikan alun-alun sebagai landmark masa kini,’’ terang Qudus.



Sebab sebagai tempat kebanggaan dan jati diri, serta interaksi sosial masyarakat kota yang bersifat rekreatif dan edukatif, Informatif digital melalui pengembangan sistem aplikasi informasi kabupaten pada titik zero kabupaten. ”Jadi alun-alun sebagai pusat informasi,’’ ungkap dia.



Dengan program itu lanjut dia, diharapkan menjadi momentum peningkatan kebanggaan dan semangat pemerintah serta masyarakat.


’’Spot eksploitasi kota yang dapat meningkatkan keramaian skala lokal diharapkan mampu berimbas pada wilayah sekitar yang sekarang menjadi sentra PKL di Jalan Dr Soetomo dan Kusuma Bangsa,’’ papar Qudus.



Wilayah lain kata dia, juga menjadi pengembangan kota. Yakni kawasan Parimono dan Kecamatan Diwek-Makam Gus Dur. ’’Sebagai pusat keramaian baru yang berbasis entertain dan digital milenial,’’ ungkap dia.



Diharapkan adanya rencana itu, bisa menjadi area baru destinasi kuliner dan pusat oleh-oleh di jalur ke wisata religi.


’’Konsep perencanaan sudah diawali dengan pengumpulan data masukan dan koordinasi lintas OPD. Tetap mempertahankan fungsi alun-alun sebagai public area berdasarkan skala prioritas,’’ terang Qudus.



Dicontohkan, untuk alun-alun dipergunakan sebagai tempat upacara kenegaraan.


’’Sebagai tambahan halaman masjid jami’ (Masjid Agung Baitul Mukminin, Red) yang terintegrasi mampu menampung jamaah saat ada acara keagamaan,’’ beber dia.


Tidak hanya itu masih menurut Qudus, design alun-alun sebagai garis imaginer filosofi kolonial dan Jawa Indisch. ’’Meliuputi Ringin Contong, Kebon Rojo, kompleks pendopo, alun-alun dan masjid jami’ menjadi ruh arsitektur landscap dalam perencanaan,’’ pungkas Qudus.


Editor : Rojiful Mamduh