JOMBANG – Seluruh pimpinan dan anggota DPRD Jombang mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah. Kunker yang dijadwal Badan Musyawarah (Banmus) ini terkait dengan pergantian antar waktu (PAW) kepala desa dan revitalisasi ruang publik.
Diawali Komisi A, kunker dilaksanakan ke Sampang Madura yang khusus membahas PAW kepala desa.
Andik Basuki Rahmat Ketua Komisi A DPRD Jombang, menyebut di Sampang belum ada Perbup yang membahas secara khusus masalah PAW kepala desa. ”Kan ini ada beberapa juga kepala desa yang akan di-PAW seperti Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh,” ujarnya.
Pelaksanaan di Kabupaten Sampang, sudah sesuai dengan amanah Undang Undang. PAW ini ada keterlibatan dari tokoh masyarakat. Hanya saja, khusus di Sampang, 100 cukup suara diwakilkan 1 orang.
”Kalau ini diusung di Jombang memang agak rancu. Karena setiap desa mempunyai paling tidak 3.000 suara,” terang dia.
Untuk itu, berkaitan dengan PAW harus dicarikan solusi terbaik agar bisa diterima masyarakat. Sehingga kegaduhan tidak muncul. ”Paling tidak ada perbup yang bisa diterima masyarakat,” tegasnya.
Sementara, Komisi C melakukan kunker ke Kabupaten Sragen dan Karanganyar Jawa Tengah.
Kunker ini terkait dengan revitalisasi ruang publik. Choirul Anam Ketua Komisi C DPRD Jombang, melalui Lutfi Kurniawan, salah seorang anggota menyampaikan, di Sragen sendiri ada pelayanan terpadu satu atap.
Sehingga, kegiatan apapun terkait perizinan dan lain sebagainya hanya satu gedung. ”Di Jombang sudah ada anggaran Rp 100 miliar, akan tetapi ditunda terlebih dahulu,” katanya.
Hanya saja, lanjut Lutfi, ke depan memang harus ada program seperti ini. Sehingga pelayanan bisa lebih efektif dan efesien. ”Dengan begitu masyarakat juga bisa lebih mudah khususnya saat mengurus terkait dengan perizinan,” ungkapnya.
Untuk Komisi D melakukan kunjungan ke Kabupaten Gresik terkait dengan penanganan Covid-19. M Syarif Hidayatullah Wakil Ketua Komisi D mengatakan, untuk persebaran kasus di Kabupaten Gresik juga meningkat.
”Untuk itu kami ingin tahu penanganannya seperti apa disana (Gresik, Red),” terangnya.
Menurut dia, untuk penanganan di Kabupaten Gresik sangat bagus. Karena semua melakukan komunikasi dan koordinasi dengan baik dari tingkat bawah hingga atas. Bahkan melibatkan semua kalangan seperti Ormas (Organisasi Masyarakat).
Editor : Rojiful Mamduh