Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dua Budaya Jombang Resmi Diakui Kemendikbud RI

Rojiful Mamduh • Selasa, 24 November 2020 | 15:55 WIB
Dua budaya Jombang diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Dua budaya Jombang diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

JOMBANG – Dua budaya Jombang diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI sebagai warisan budaya takbenda Indonesia. Yakni Riyaya Unduh-Unduh Mojowarno dan Besutan.


Penyerahan dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus Purnomo di Banyuwangi, pekan kemarin.


Agus Purnomo Kepala Dinas P dan K Jombang, menyampaikan Unduh-Unduh merupakan tradisi umat kristiani di Kecamatan Mojowarno yang setiap tahun dirayakan untuk menyampaikan rasa syukur atas hasil panen warga. ”Tradisi ini berjalan sejak puluhan tahun dan terpusat di GKJW Mojowarno. GKJW sendiri gereja tertua yang dibangun 1871 silam,’’ jelas dia.


Sementara, Besutan berasal dari kata Besut, tokoh pertunjukan Besutan di Jombang. Sebelumnya disebut Lerok dan kemudian dikenal dengan sebutan Ludruk. ”Besut juga berasal dari bahasa Jawa mbesut yang berarti membersihkan yang kotor atau menghaluskan atau mengulas.


Adapun yang dibersihkan, dihaluskan dan diulas adalah isi pertunjukan. Mulai dari bentuk yang sangat sederhana, ditingkatkan agar lebih baik, sehingga maknanya yang tersirat dapat diulas oleh penonton,’’ tandasnya.


Pada 2019 lalu, Dinas P dan K Jombang juga menerima penghargaan serupa dari Kemendikbud RI yakni Tari Kelono Sewu sebagai warisan budaya takbenda. Artinya, ada tiga budaya milik Kabupaten Jombang yang kini diakui Kemendikbud RI.


Selain itu, Dinas P dan K juga berupaya melestarikan budaya dengan mengenalkan kepada anak didik. ”Upaya pelestarian budaya ini terus kita lakukan sebagai budaya peninggalan nenek moyang,’’ tandasnya.


Salah satu upaya yang dilakukan, mengenalkan Tari Kelono Sewu pada kegiatan ekstrakurikuler di jenjang SD-SMP. ”Harapannya, budaya tersebut tetap dikenal anak cucu kita nanti,’’ pungkas Agus.

Editor : Rojiful Mamduh