JOMBANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang tahun ini serius menangani dua program. Yakni memaksimalkan lumbung pangan dan gerakan makan ikan. Program ini dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di Jombang.
Murti Cahyani Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang mengungkapkan, program tahun ini yang ditonjolkan terkait pembinaan lumbung pangan dan gerakan makan ikan.
“Jadi pembinaan lumbung pangan masyarakat mengantisipasi cadangan pangan. Apalagi kondisi pandemi Covid-19 seperti ini cadangan pangan masyarakat urgent, jadi kita optimalkan,” katanya.
Disebutkan, ada sekitar 390 limbung pangan yang disiapkan. Data sementara yang dikantongi ada 16 desa yang masuk kategori tahan pangan. Istilahnya masuk wilayah lampu kuning sehingga harus segera diatasi. “Artinya kalau tidak segera diatasi akan mendekati kategori rawan pangan,” imbuh dia.
Untuk itu pihaknya intens melakukan upaya. “Jadi sebenarnya kita tidak bisa berjalan sendiri, karena ada di OPD lain. Sehingga melakukan pembinaan karena ada banyak indikator, mulai sarana air bersih, pendidikan dan kesehatan,” sambung dia.
Kedua, yakni peningkatan gizi masyarakat terutama yang mengalami stunting. “Karena itu gerakan makan ikan kita tonjolkan, terutama bagi anak sekolah,” ungkap Murti. Salah satu yang sudah dilakukan, bantuan budi daya ikan. “Ada juga penebaran ikan di perairan umum. Harapannya masyarakat bisa memaksimalkan konsumsi ikan di Jombang,” pungkas Murti.
Editor : Binti Rohmatin