JOMBANG – Meski sudah digelontor anggaran sebesar Rp 1,2 miliar 2016 untuk rehab bangunan pasar, kondisi pasar Tembelang tetap mati suri. Tahun ini, pemkab kembali menggelontor anggaran guna penyesuaian area pasar menjadi pusat oleh-oleh.
“Memang ada kegiatan di situ. Rencananya dibuat pusat oleh-oleh,” kata Bambang Nurwijanto Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang dikonfirmasi.
Guna mendukung program, pemkab kembali menggelontorkan anggaran guna merehab pasar. ”Pekerjaan itu dari APBD Jombang, besarannya tidak sampai Rp 200 juta, jadi penunjukkan langsung,” terangnya.
Kegiatan rehab itu dilakukan guna menyesuaikan area pasar yang rencananya dijadikan pusat oleh-oleh. “Jadi itu ditutup modelnya semacam buat etalase, untuk tempat oleh-olehnya. Sementara hanya sebagian saja,” pungkas Bambang.
Pantauan di lokasi Jumat (24/7) kemarin, ada delapan deret lapak pedagang permanen yang direhab dengan menambahkan fasilitas tempat memajang oleh-oleh nantinya.
Rangkanya dari bahan kayu. Selain itu ada penambahan pintu di masing-masing lorong lapak pedagang. Eni, salah seorang pedagang mengatakan, pekerjaan sudah berjalan sekitar sepekan. “Baru semingguan,” terangnya.
Sayangnya, meski tiap hari berjualan di area pasar, dia mengaku tak mengetahui persis terkait tujuan penambahan fasilitas pasar. ”Belum tahu mau ditambahi apa lagi,” terangnya.
Sebenarnya, tahun sebelumnya juga ada pengerjaan perbaikan pasar. ”Tahun lalu ada pembangunan pagar. ’Mungkin lanjutannya, mejanya mau dibuat etalase atau apa. Soalnya lihat tulisan depan kan pusat oleh-oleh,” imbuh dia.
Karena kini dilakukan penambahan salah seorang pedagang semula menempati tempat itu kembali ke kios awal. “Dulu Pak Yasin nempati di sana, sekarang balik lagi ke kiosnya,” sambung dia.
Ditanya mengenai aktivitas pasar, Eni menyebut sampai sekarang belum ada perubahan signifikan. ”Suasananya masih tetap sama. Tak seperti pasar pada umumnya. Biarpun sepi alhamdulillah kalau buat kebutuhan sehari-hari masih cukup,” pungkas dia.
Editor : Binti Rohmatin