Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

HT Hingga Baju Anti Tawon Dikerahkan untuk Hadapi Bencana di Jombang

Binti Rohmatin • Jumat, 10 Januari 2020 | 21:47 WIB
HT Hingga Baju Anti Tawon Dikerahkan untuk Hadapi Bencana di Jombang
HT Hingga Baju Anti Tawon Dikerahkan untuk Hadapi Bencana di Jombang

JOMBANG - Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab melaksanakan apel gelar pasukan penanggulangan bencana alam bersama jajaran TNI dan Polri, pagi kemarin (8/1). Meski bencana bukan sesuatu yang diharapkan, tapi ia ingin mengantisipasi segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. 


“Kita tetap ikhtiar mempersiapkan segala sesuatunya, agar nanti saat dibutuhkan sudah siap,” ungkapnya. Bupati menjelaskan, apel penanggulangan bencana alam ini merupakan kegiatan antar lembaga pemerintah, non pemerintah, masyarakat untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.


Dalam apel tersebut bupati bertugas sebagai pemimpin upacara didampingi Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan, Dandim 0814 Letkol Inf Triyono serta Dansat Radar 222 Ploso Mayor Lek Eprit Repita. Awal apel dimulai, bupati berkeliling menggunakan golfcar melihat persiapan peralatan untuk siaga bencana yang sudah disiapkan, mulai dari mobil ambulan, motor, alat kesehatan, alat komunikasi HT, kelengkapan dapur umum, eskavator, perahu karet, baju anti tawon dan sebagainya. 


Bupati menyebut kelengkapan sudah dipersiapkan sebaik mungkin. Meski begitu, tetap membutuhkan kekompakan dari masyarakat untuk saling bahu membahu mengatasi bencana jika terjadi. “Apel ini juga sebagai sarana untuk mengumpulkan kapasitas daerah, sarana prasarana logistik, termasuk sumber dana dari berbagai unsur. Juga untuk menguji kemampuan dan ketrampilan dalam mobilisasi sumberbdaya serta pengoperasian sarana prasarana penanggulangan bencana,” jelasnya. 


Ia juga menegaskan jika dari bencana alam yang terjadi, misi kemanusiaan menjadi hal yang paling penting. Tidak hanya pemerintah tapi seluruh relawan dari semua elemen masyarakat. “Penanggulangan bencana meruapkan tanggungjawab bersama yang harus dilaksanakan pemerinta, dan seluruh unsur masyarakat,” pungkas orang nomor satu di Jombang ini. (*)

Editor : Binti Rohmatin