JOMBANG – Kalangan DPRD Jombang mewanti-wanti KPU agar terus mengawal kekurangan surat suara ke KPU RI. Ketua DPRD Jombang Joko Triono menilai adanya kekurangan surat suara hingga 26.880 bukanlah jumlah yang sedikit. Jumlah tersebut sangat menentukan ribuan hak pilih warga Jombang pada 17 April mendatang.
Kepada Jawa Pos Radar Jombang Joko Triono menyampaikan, KPU harus terus mengawal kekurangan surat suara. Apalagi, coblosan kurang tersisa 20 hari lagi tentu banyak persiapan lain yang harus diantisipasi. ”Tentu yang harus dilakukan KPU harus mengawal pergantian surat suara yang kurang itu,” ujar dia kemarin (27/3).
Menurut JT, ketersediaan surat surat memang kewenangan KPU RI. Karena yang harus mencetak hingga mendistribusikan ke kabupaten/kota adalah KPU pusat. ”Nah supaya ini disampaikan tepat waktu, maka KPU Jombang yang harus mengawal,” tambahnya.
Politisi yang juga bendahara DPC PDIP Jombang ini tak ingin warga yang sudah memiliki hak pilih tidak bisa mencoblos, hanya karena kekurangan surat suara. ”Apalagi jumlah kekurangan cukup banyak hingga mencapai puluhan ribu,” tambah dia.
Informasi yang diterima, KPU RI memang memastikan terkait kekurangan surat suara akan disediakan setelah KPU dari kabupaten/kota masing masing melaporkan jumlah kekurangan. ”Saya kemarin sudah baca di koran, kalau KPU RI akan mengganti kekurangan surat suara. Baik itu yang rusak maupun yang kurang kirim,” tandasnya.
KPU RI sendiri, kata JT, sapaan akrab Joko Triono, akan menyediakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Yang penting, KPU kabupaten/kota sudah mengirimkan jumlah akumulasi kekurangan surat suara. ”Saya kira KPU RI sudah mengantisipasi kekurangan ini dan kemarin KPU RI menyampaikan akan segera mengirimkan kekurangan surat suara dalam waktu seminggu setelah menerima laporan,” pungkasnya.
Ditemui Selasa (26/3) lalu. Ketua KPU Jombang Muhaimin Shofi menjelaskan dari total 5.109.270 surat suara yang diterima KPU Kabupaten Jombang, ditemukan total kekurangan mencapai 26.880 lembar surat suara. Kekurangan itu terdiri dari surat suara rusak sebanyak 16.601 dan surat suara kurang kirim sebanyak 10.279. ”Jadi total sampai hari ini setelah kita lakukan sorlip kekurangan sebanyak 26.880. Jumlah tersebut total secara keseluruhan dari surat suara yang rusak dan kurang kirim,” ujar dia saat ditemui (26/3). (*)
Editor : Binti Rohmatin