Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kunjungi Ploso, Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Kiai Muchtar

Binti Rohmatin • Senin, 25 Februari 2019 | 20:49 WIB
Kunjungi Ploso, Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Kiai Muchtar
Kunjungi Ploso, Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Kiai Muchtar

JOMBANG – Prabowo Subianto capres 02 mengunjungi Pondok Pesantren Majma'al Bahroin Hubbul Wathon minal Iman Shiddiqiyyah, Desa Losari Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang, kemarin (24/2). Prabowo sowan ke pimpinan Shiddiqiyyah Kiai Muchammad Muchtar.


Prabowo tiba di Ploso menggunakan helikopter sekitar pukul 12.00 WIB. Begitu turun dari heli, Prabowo langsung jadi rebutan pendukung dan para simpatisan yang ingin berfoto.


Usai tiba di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, rombongan Prabowo kemudian melakukan pertemuan tertutup dengan pimpinan dan pengurus  pondok selama hampir dua jam. Tak ada satu pun wartawan yang diperkenankan meliput pertemuan tersebut.


Baik media cetak, elektronik maupun online diminta menunggu di luar kediaman Kiai Muchtar. Usai melakukan pertemuan tersebut, Prabowo langsung meninggalkan lokasi dan bertolak ke Kabupaten Lamongan. Prabowo juga tak menjawab pertanyaan ketika diwawancarai sejumlah wartawan di lokasi.


Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, KH Irfan Yusuf menerangkan, dalam pertemuan tersebut Prabowo mendapat beberapa wejangan dari pimpinan pondok. Salah satunya, jika terpilih menjadi presiden agar menjaga Bangsa Indonesia dengan baik.


”Tadi beliau menyarankan, bangsa ini harus dijaga dengan baik, beliau beramanat kalau Pak Prabowo jadi presiden harus membangun Indonesia, bukan membangun di Indonesia,” ujar dia.


Jika membangun Indonesia, kata Irfan, maka yang merasakan adalah masyarakat Indonesia. Sedangkan kalau membangun di Indonesia, berarti membiarkan masyarakat Indonesia menjadi pelayan orang asing. ”Itu kan beda. Jauh,” tegasnya. (*)

Editor : Binti Rohmatin