JOMBANG – Ketua DPC Demokrat M Syarif Hidayatulloh meluruskan pernyataan sebelumnya. Dia menyebut, logo di tiga gapura di dua desa tidak memenuhi unsur-unsur sebuah logo parpol besutan Susilo Bambang Yudhono (SBY) tersebut.
Kepada Jawa Pos Radar Jombang, Syarif mengaku sudah memenuhi panggilan Bawaslu Jombang terkait temuan gapura dengan logo yang mirip Partai Demokrat tersebut. Di hadapan sejumlah komisioner, dia menjelaskan jika temuan lambang mercy di sejumlah gapura bukanlah milik partainya.
”Jadi kami sudah sampaikan ke Bawaslu, jika itu bukan logo partai kami,” ujar dia kemarin (20/2). Sesuai AD/ART Partai Demokrat, kata lelaki yang akrab disapa Gus Sentot ini, lambang Partai Demokrat tidak bisa direpresentasikan secara parsial.
Ketiga unsur diantaranya lambang mercy, background warna biru dan tulisan Partai Demokrat harus dijadikan satu kesatuan. ”Kami menyebut itu bukan lambang PD, sebab lambang PD itu visualisasinya ada tiga unsur yang termuat, ada logo, tulisan Partai Demokrat dan background warna biru,” ungkapnya memerinci.
Sehingga apa yang terpampang di beberapa gapura ditegaskan bukan logo partai demokrat. ”Karena cuma logo mercy saja, itu tidak memenuhi unsur,” terangnya.
Kendati demikian, Syarif tak menampik jika logo mercy tersebut identik dengan logo partainya. Yakni logo mercy dengan paduan warna merah dan putih. ”Kalau identik memang iya. Dan bentuknya juga identik. Namun kami tegaskan kembali itu tidak memenuhi unsur,” tegasnya lagi.
Gus Sentot menggambarkan, jika ada sebuah logo bola dunia dikelilingi sembilan bintang maka itu tidak bisa langsung diklaim lambang Nahdlatul Ulama. ”Apakah kalau ada sembilan bintang sudah diklaim itu lambang NU, enggak kan,” jelas dia.
Begitu pula dengan apa yang termpampang di gapura tersebut bukan logo demokrat, namun identik dengan logo demokrat. ”Kemarin saya dan pak Minardi juga sudah klarifikasi ke Bawaslu, kami jelaskan seadanya, bahwa itu bukan logo kami,” beber dia. (*)
Editor : Binti Rohmatin