Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Proyek Rumah Cor Kuningan di Mojoagung Gagal Selesai Tepat Waktu

Binti Rohmatin • Sabtu, 24 November 2018 | 00:43 WIB
Proyek Rumah Cor Kuningan di Mojoagung Gagal Selesai Tepat Waktu
Proyek Rumah Cor Kuningan di Mojoagung Gagal Selesai Tepat Waktu


JOMBANG – Proyek pembangunan rumah produksi industri kecil menengah (IKM) cor kuningan di Dusun Sanan Selatan, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, gagal diselesaikan tepat waktu.


Proyek milik Dinas Perindustrian Kabupaten Jombang senilai Rp 696,1 juta ini sudah molor sepuluh hari dari batas akhir pekerjaan.


“Harusnya sesuai masa kontraknya, 12 November kemarin pekerjaan sudah harus selesai. Tapi sampai sekarang pekerjaan masih banyak yang belum rampung,” beber AP, salah satu warga sekitar.


Dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab sehingga pekerjaan molor. ”Mungkin juga karena dari kulinya yang kerja, kalau tidak salah sempat gonta-ganti orang, bahkan di sejumlah titik pekerjaan sempat diminta bongkar ulang, sebab kurang rapi atau seperti apa kurang tahu persis,” imbuhnya.


Sebagai warga, pihaknya hanya bisa berharap proyek rumah produksi IKM cor kuningan ini segera rampung. Sehingga bisa berguna bagi pemberdayaan pengrajin kuningan. “Kalau harapan warga, proyek itu segera selesai, kualitasnya bagus dan sesuai dengan yang ada di RAB,” singkatnya.


Terpisah, Nanang, salah satu perwakilan kontraktor pelaksana, CV Duta Bangun Jagad tak menampik jika pelaksanaan pekerjaan molor dari batas akhir waktu. “Memang 12 November pekerjaan harusnya selesai, tapi karena beberapa kendala sehingga molor sampai sekarang,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jombang di lokasi proyek (22/11) kemarin.


Beberapa kendala tersebut lanjut Nanang, salah satunya dari pekerja dan juga material barang. ”Pekerjanya memang butuh yang ahli, terus lagi materialnya seperti batu tempel barangnya tidak ada di lokalan. Harus pesan dulu, termasuk genting semua kita ambilkan dari Karangpilang,” imbuhnya.


Tak hanya itu, pihaknya pun kesulitan memenuhi furnitur sesuai dengan yang ada di RAB. “Kami butuh kayu ukuran tertentu, dengan ukuran panjang dan lebarnya yang sulit dicari barangnya. Terlebih kita butuh 12 batang harus jati, itu juga yang bikin molor,” imbuhnya.


Disinggung deadline pekerjaan yang saat ini sudah mepet akhir tahun, pihaknya tetap mengusakan pekerjaannya secepatnya selesai. ”Kami usahakan sebelum akhir Desember sudah selesai. Ini juga besuk kita tambah pekerjanya, ada tambahan mungkin sekitar 12 orang,” imbuhnya.


Pantauan di lokasi, terlihat sebagian atap bangunan masih melongo lantaran belum terpasang genting. Selain itu nampak tumpukan material batu tempel masih banyak terpajang di lokasi, termasuk mebeler lainnya belum terpasang. Sementara papan nama proyek terpendam diantaranya tumpukan material kayu. (*)

Editor : Binti Rohmatin