JOMBANG – Intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau cukup tinggi sepanjang musim kemarau di Kabupaten Jombang.
Hingga September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang mencatat sedikitnya 72 kejadian karhutla.
’’Rata-rata ada tiga sampai empat kejadian setiap harinya.
Mayoritas kebakaran didominasi lahan perkebunan milik warga,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, Jumat (18/9).
Dalam beberapa waktu terakhir laporan kebakaran yang masuk cukup tinggi.
Aktivitas warga masih menjadi pemicu kebakaran.
Salah satunya pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga pembakaran untuk membuka lahan perkebunan.
Api dari pembakaran tersebut berpotensi merembet ketika kondisi lahan kering.
Risiko semakin besar saat angin bertiup kencang sehingga kobaran api dapat dengan cepat meluas.
Warga juga diminta mewaspadai lahan kosong dan rumpun bambu.
Baca Juga: Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Polres Jombang Gelar Apel Siaga Libatkan TNI hingga BPBD
Vegetasi yang mengering dapat menjadi bahan yang mudah terbakar sekaligus mempercepat penjalaran api.
’’Jangan meninggalkan api dalam kondisi masih menyala atau bara masih ada.
Pastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan,’’ pesannya.
Salah satu kebakaran lahan terjadi di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso.
Tim BPBD Jombang diterjunkan untuk melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Dari hasil pemetaan BPBD, terdapat lima kecamatan yang masuk wilayah dengan potensi karhutla cukup tinggi.
Wonosalam, Plandaan, Kabuh, Ploso, dan Ngusikan.
Sementara dari catatan kejadian kebakaran, Kecamatan Jombang, Diwek, dan Mojoagung menjadi wilayah dengan kasus kebakaran paling banyak.
Pemicu kebakaran juga beragam.
Selain pembakaran sampah dan pembukaan lahan, api dapat berasal dari sisa tanaman tebu maupun puntung rokok yang dibuang sembarangan.
BPBD mengingatkan warga tidak membakar sampah, jerami, daun kering, atau material mudah terbakar di lahan terbuka saat kondisi panas dan angin kencang.
Jika pembakaran dilakukan, warga diminta memastikan api serta bara benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Cegah Kebakaran Hutan di Wonosalam, Komunitas Explore Wonosalam Jombang Tanam Iprik di Bukit Sintok
Masyarakat juga diminta segera melapor ketika menemukan asap atau api.
Laporan bisa disampaikan melalui Call Center Damkar Jombang di 0812-5259-6233 maupun layanan darurat 112.
Warga diminta turut menjaga lingkungan dengan membersihkan tumpukan daun, ranting, dan material kering di sekitar rumah yang berpotensi menjadi bahan bakar api.
Penanganan karhutla dilakukan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Jombang bersama Pusdalops BPBD, TNI-Polri, perangkat desa, serta masyarakat.
”Masyarakat menjadi garda terdepan dalam pencegahan kebakaran.
Kesadaran untuk tidak mengabaikan api kecil dan segera melapor adalah langkah terbaik untuk mencegah bencana yang lebih besar,’’ ungkapnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto