JOMBANG – Dalam sehari, Minggu (13/9), tercatat 12 kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Jombang.
Salah satu yang terbesar terjadi di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, menimpa sebuah gudang rosok hingga membuat atap bangunan runtuh.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Pantauan di lokasi, sejumlah armada Damkar terlihat masih melakukan pembasahan terhadap area yang terbakar. Beberapa petugas tampak berjibaku melawan api dan kepulan asap tebal.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa Filipe Diaz Quintas mengatakan, laporan kebakaran di lokasi tersebut diterima sekitar pukul 12.00. Saat petugas datang, api sudah membesar dari area lahan dan merambat ke lokasi gudang rosok.
”Untuk di sini awalnya posisi api sudah naik dari kebakaran lahan. Dicurigai api dari kebakaran lahan. Namun kita belum bisa memastikan apa penyebabnya dan siapa yang membakar," ujarnya.
Menurut Wiku, sumber api masih belum dapat dipastikan. Selain dugaan berasal dari lahan, terdapat versi lain yang menyebut api muncul dari bagian belakang gudang.
”Yang jelas api dari lahan merambat ke sini. Dugaan awal seperti itu, tapi kita masih fokus sama penanganannya karena sampai saat ini kondisi api masih ada,” terangnya.
Baca Juga: Tercatat Ada 72 Kebakaran di Jombang Sepanjang 2026, Beberapa Kecamatan Ini Jadi yang Terbesar
Wiku mengatakan, area yang terbakar didominasi lahan bambu. Luasan lahan yang terbakar belum dapat dihitung karena petugas masih melakukan penanganan dan mengecek akses menuju sejumlah titik.
Wiku menyebut, kondisi di sekitar lokasi cukup berisiko. Sebab, terdapat sejumlah tempat usaha yang menyimpan material mudah terbakar, termasuk bahan banner dan sejenisnya.
Untuk menangani kebakaran tersebut, BPBD Jombang mengerahkan sejumlah armada pemadam.
Penanganan juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PDAM, serta petugas dari wilayah Margolanggeng dan PG Djombang Baru.
Ia menyebut, dalam sehari total terdapat 12 kejadian kebakaran di Jombang. Wiku menyebut, sembilan kejadian masuk kategori besar, namun sebagian besar sudah berhasil ditangani.
”Kebakaran di Desa Denanyar menjadi salah satu yang paling besar karena luasan area yang terbakar,” bebernya.
Kerugian akibat kebakaran masih dalam pendataan. Wiku mengimbau masyarakat tidak sembarangan membakar lahan, terlebih kondisi cuaca saat ini panas disertai angin kencang.
”Kita mengimbau kepada masyarakat karena kondisi cuaca panas, angin kencang untuk tidak membakar sembarangan. Kalaupun terpaksa membakar harus ditunggu dan dipastikan apinya sampai mati, jangan ditinggal,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto