Kesaksian Korban Kecelakaan Maut di Tol Jomo: Lagi Tidur, Tiba-Tiba Terlempar dari Kendaraan

Achmad RW • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 10:36 WIB
Kesaksian Korban Kecelakaan Maut di Tol Jomo
Kesaksian Korban Kecelakaan Maut di Tol Jomo

 

JOMBANG – Kecelakaan maut Toyota Hiace menabrak truk bermuatan gipsum di Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) KM 687+200, Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, menyisakan pengalaman mengerikan bagi korban selamat.

Salah satunya Lidia Yustika, 28, yang mengaku sedang tertidur ketika tiba-tiba terdengar suara benturan keras hingga tubuhnya terlempar keluar dari kendaraan.

Lidia mengaku tidak mengetahui bagaimana kecelakaan tersebut bermula. Sepanjang perjalanan dari Surabaya menuju Solo, dia berada di baris kedua kursi Hiace dalam kondisi tertidur.

“Saya kurang terlalu ingat, karena waktu itu posisi saya sedang tidur.

Tapi tiba-tiba saya sadar ada bunyi ‘brek’, terus saya terlempar keluar,” ujar Lidia saat ditemui setelah mendapat penanganan medis di IGD RSUD Jombang, Sabtu (12/9).

Saat tersadar, Lidia melihat asap keluar dari kendaraan. Kondisi itu membuatnya panik dan khawatir terjadi sesuatu yang lebih fatal. Dia pun berusaha segera keluar dari kendaraan.

“Karena saya panik, saya lihat ada asap di mobil. Saya takut itu meledak atau bagaimana. Jadi saya langsung mengeluarkan badan sama mengeluarkan kaki,” tuturnya.

Baca Juga: Hiace Tabrak Truk di Tol Jombang Mojokerto, Empat Penumpang Tewas

Setelah berhasil keluar, Lidia baru menyadari kerusakan parah pada kendaraan yang ditumpanginya. Bagian kiri Hiace terlihat ringsek akibat benturan.

“Saya cuma ngeh, posisi sebelah kiri itu mobil ringsek semua,” katanya.

Lidia menyebut dirinya duduk di baris kedua, tepat di bagian tengah belakang pengemudi. Dia memperkirakan ada sekitar 10 orang di dalam kendaraan travel tersebut.

Menurut pengamatannya setelah kecelakaan, korban dengan kondisi paling parah berada di sisi kiri kendaraan.

“Yang saya tahu, korban yang parah semua di sebelah kiri, dari bagian depan kiri sampai kiri belakang,” ujarnya.

Lidia juga tidak mengetahui kecepatan Hiace sebelum kecelakaan. Sebab, dia tertidur sepanjang perjalanan dan baru tersadar setelah benturan.

“Mungkin karena saya tidur, jadi saya tidak terlalu ngeh. Saya ngehnya tiba-tiba ‘brek’, terus habis itu langsung terlempar keluar,” katanya.

Perjalanan tersebut merupakan perjalanan travel dari Surabaya menuju Solo. Lidia hendak pulang ke Solo karena memiliki keperluan di kota tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Keperawatan RSUD Jombang Seputro Edi mengatakan, total terdapat 11 korban kecelakaan yang dibawa ke RSUD Jombang. Tujuh korban mendapat penanganan di IGD.

“Yang dibawa ke IGD ada tujuh. Dua dirawat, satu dengan cedera otak dan satu dengan patah tulang kaki. Kemudian yang lima rawat jalan dan sudah diantar oleh travel ke alamat masing-masing,” jelas Seputro.

Dua korban yang mengalami luka cukup serius masih menjalani penanganan di rumah sakit. Korban dengan cedera kepala telah menjalani pemeriksaan, termasuk scan, dan didiagnosis mengalami cedera otak sebelum dirawat di ruang High Care Unit (HCU).

“Untuk korban cedera kepala, saat ini sudah dirawat inap di ruang HCU. Sudah dilakukan semua pemeriksaan termasuk scan dan lain-lain, dan didiagnosa dari dokter memang cedera otak,” ungkapnya.

Sementara korban lainnya mengalami patah tulang kaki. Korban masih menjalani penanganan di IGD setelah menjalani pemeriksaan penunjang berupa rontgen.

“Untuk yang patah tulang, ini juga masih di IGD masuk proses penanganan, sudah dilakukan foto dan lain-lain. Insyaallah nanti tindakannya operasi,” imbuh Seputro.

Empat korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut juga telah berada di ruang forensik RSUD Jombang.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan terjadi Jumat (11/9) sekitar pukul 23.30 WIB. Toyota Hiace bernopol L-7178-AH melaju dari Surabaya menuju Surakarta sebelum diduga oleng karena pengemudinya mengantuk.

Hiace kemudian menabrak bagian belakang truk Hino bernopol R-8187-OT yang mengangkut gipsum. Benturan keras membuat empat penumpang Hiace meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.

Sementara pengemudi truk Muhar, 55, bersama penumpangnya Arif Purwanto, 16, selamat dalam kecelakaan tersebut.

Peristiwa tersebut kini masih ditangani petugas untuk memastikan penyebab kecelakaan. Dugaan pengemudi mengantuk menjadi salah satu faktor yang tengah didalami. (riz/ang)

Editor : Anggi Fridianto
kesaksian korban Desa Tampingmojo Jombang tol jombang mojokerto kecelakaan tol