RadarJombang.id – Seorang lansia asal Desa Menturus, Kecamatan Kudu, hilang setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Jombang Senin (7/9) pagi.
Pria yang diketahui bernama S, 67, tersebut terakhir terlihat berjalan meninggalkan lokasi kecelakaan hingga kawasan tepi Sungai Brantas di Desa Gondean, Kecamatan Ngusikan.
“Kejadiannya itu sekitar pukul 10.00 sampai 11.00 pagi tadi, setelah korban sempat terlibat kecelakaan,” terang Kapolsek Ngusikan AKP Tejo Bagus Purnomo Senin (7/9) sore.
Baca Juga: Jasad dan Motor Perangkat Desa yang Ceburkan Diri ke Brantas Ditemukan, Begini Kondisinya
Pihaknya mengatakan, keberadaan Suparno belum diketahui. Dugaan korban masuk ke Sungai Brantas muncul setelah sepeda motor yang diduga miliknya ditemukan terparkir di dekat pabrik tahu, sementara sandalnya ditemukan di sungai.
"Masih diduga, karena tidak ada saksi yang melihat dia menceburkan diri. Kita juga belum bisa memastikan," lanjutnya.
Informasi awal yang diterima polisi, Suparno sebelumnya terlibat kecelakaan lalu lintas pada pagi hari. Namun, kecelakaan tersebut tidak dilaporkan.
Baca Juga: Pria Ceburkan Diri ke Sungai Brantas Jombang Ternyata Perangkat Desa, Benarkah Gegara Motif Asmara?
Setelah kendaraannya rusak akibat benturan dengan kendaraan lain, korban disebut sempat mendapat pertolongan untuk mendorong motornya.
"Informasi awalnya ada laka. Motornya rusak sama lawannya. Setelah itu dia berjalan pergi, kondisinya seperti orang bingung," jelasnya.
Korban kemudian berjalan ke arah tanggul sungai Brantas sekitar pabrik tahu di Dusun Gondean, Desa Ngusikan. Di lokasi tersebut, sepeda motor jenis Suzuki Thunder yang diduga digunakan korban ditemukan dalam kondisi ditinggalkan.
"Dia jalan terus sampai parkir di depan pabrik tahu. Setelah itu informasinya naik seperti itu saja," terang Bagus.
Sementara itu, sandal yang diduga milik korban ditemukan di tepi Sungai Brantas. Kondisi tersebut memunculkan dugaan Suparno tercebur atau masuk ke sungai.
Namun, polisi belum dapat memastikan karena tidak ada saksi mata yang melihat korban masuk ke aliran sungai.
"Masalahnya tidak ada saksi. Kalau ada yang melihat dia menceburkan diri, baru kita bisa memastikan," tegasnya.
Hingga Senin (7/9) sore, polisi masih melakukan penyelidikan sembari berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengantisipasi pencarian di Sungai Brantas.
Baca Juga: Misteri Jasad Perempuan di Sungai Brantas Jombang Belum Terpecahkan, Polisi Sebar Ciri-Ciri Korban
"Kita masih lidik, sambil ada pencarian. BPBD juga sudah diundang," kata Bagus.
Bagus menegaskan, pencarian dilakukan sebagai langkah antisipasi sembari polisi memastikan keberadaan korban.
Sebab, pihaknya belum dapat menyimpulkan Suparno benar-benar masuk ke Sungai Brantas.
"Kita belum berani memastikan kalau dia betul-betul menceburkan diri," tandasnya. (riz)
Editor : Achmad RW