5 Fakta Penting Kasus Dugaan Keracunan MBG di Kabuh Jombang

Achmad RW • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:56 WIB
Salah satu siswa SMPN 1 Kabuh yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Kabuh akibat dugaan keracunan MBG
Salah satu siswa SMPN 1 Kabuh yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Kabuh akibat dugaan keracunan MBG

RadarJombang.id — Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Jombang, terus menjadi perhatian.

Hingga Kamis (3/9), jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan kesehatan mencapai 256 orang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Berikut lima fakta penting dalam kasus tersebut.

Berikut beberapa fakta penting dalam kasus tersebut: 

Baca Juga: Bukan cuma 80, Dinkes Sebut Korban Diduga Keracunan MBG di Kabuh Jombang Capai 256 Orang

1. Korban Mencapai 256 Orang

Kepala Dinkes Jombang dr. Hexa mengatakan, total warga sekolah yang mengalami keluhan dan sudah terdata mencapai 256 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari pasien yang mendapat penanganan di fasilitas kesehatan maupun yang memilih berobat secara mandiri.

Sebanyak tujuh orang masih menjalani rawat inap di Puskesmas untuk mendapatkan rehidrasi karena mengalami lemas.

Kemudian 74 orang menjalani rawat jalan di Puskesmas dan sejumlah klinik, sedangkan 175 orang lainnya berobat secara mandiri.

“256 ini. Ya kan masih bergerak terus, nanti apakah ada yang masuk lagi di Puskesmas atau tidak,” ujar Hexa.

2. Gejala Mulai Muncul Sekitar Lima Jam Setelah Makan

MBG disantap siswa sekitar pukul 11.30 WIB pada Rabu (2/9). Menurut Hexa, keluhan mulai muncul sekitar pukul 17.00 WIB setelah siswa pulang ke rumah.

Gejalanya antara lain diare, mual, muntah, mules atau kram perut hingga lemas. Banyak warga sekolah awalnya mengira keluhan tersebut hanya diare biasa sehingga memilih berobat secara mandiri.

“Pulang di sekolah, di rumahnya itu baru ada yang diare, ada mual-mual, muntah seperti itu,” kata Hexa.

Setelah jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan didata, diketahui jumlahnya mencapai ratusan orang.

Baca Juga: Buntut Dugaan Keracunan Massal, Siswa SMPN 1 Kabuh Trauma Tak Berani Ambil MBG

3. Isi Lengkap Menu MBG dan SPPG penyalurnya

Menu MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi putih, udang saus padang, tahu susu, tumis wortel-sawi putih-brokoli, dan pepaya.

Menu tersebut berasal dari SPPG Mangunan, yang berada di Dusun Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh.

Polisi kini juga menelusuri distribusi makanan tersebut untuk mengetahui berapa jumlah penerima manfaat yang mendapat menu serupa dan ke mana saja makanan didistribusikan.

 

4. Dugaan penyebab keracunan

Udang saus padang menjadi salah satu menu yang paling disorot. Sejumlah siswa mengaku menemukan kondisi yang tidak biasa pada udang.

Azura, siswa kelas IX SMPN 1 Kabuh, mengaku mengalami sakit perut, kembung, pusing dan mual setelah menyantap MBG. “Udangnya baunya enggak enak banget,” ujar Azura.

Dokter Puskesmas Kabuh, dr. Aditya Bimantara, juga mengatakan sebagian besar siswa yang diperiksa menyebut udang ketika ditanya makanan yang memiliki rasa atau bau tidak biasa. “Untuk sementara, kemungkinan mengarah pada udang,” kata Aditya.

Namun, udang belum bisa disebut sebagai penyebab pasti. Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan sumber masalah.

Baca Juga: Petaka Puluhan Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Buka Suara

5. Proses investigasi dan sanksi

Dinkes Jombang telah mengambil sampel makanan yang disimpan SPPG. Sampel tersebut meliputi udang berbumbu saus padang, sayuran, nasi, dan pepaya. Sampel air juga ikut diambil karena air yang digunakan diketahui berasal dari depot isi ulang di sekitar lokasi.

Seluruh sampel akan diperiksa di BBLK Surabaya.

Selain itu, Dinkes akan mengevaluasi kembali Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan penerapan prosedur kesehatan di dapur SPPG.

Sementara polisi melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari pihak sekolah, Kepala Dapur SPPG dan mitra. Polisi juga menelusuri penerima manfaat lain yang mendapat menu serupa untuk mengetahui apakah terdapat keluhan di lokasi lain.

Hingga Kamis (3/9), tujuh pasien masih menjalani perawatan di Puskesmas Kabuh. Menurut Dinkes, kondisi mereka sudah membaik dan perawatan difokuskan pada rehidrasi akibat kondisi lemas.

Penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan air. (riz)

Editor : Achmad RW
keracunan mbg Jombang kasus SMPN 1 kabuh