JOMBANG — Ratusan ompreng berisi makanan bergizi gratis (MBG) menumpuk di halaman SMPN 1 Kabuh, Jombang, Kamis (3/9) siang.
Hingga sekitar pukul 13.00, tak satu pun ompreng tersebut diambil siswa.
Pantauan di lokasi, ompreng-ompreng itu masih tertali dan tertutup rapat. Kondisinya tidak berubah sejak ditumpuk di halaman sekolah.
Sejumlah siswa terlihat hanya memperhatikan dari kejauhan tanpa berani mengambil jatah MBG yang disediakan.
“Takut, karena kemarin keracunan, tidak berani ambil,” ungkap salah satu siswa.
Kondisi tersebut dibenarkan Kepala SMPN 1 Kabuh Suprihadiono.
Dia mengatakan, pihak sekolah memang tidak membagikan MBG kepada siswa pada Kamis. Keputusan itu diambil karena para siswa masih trauma setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG sehari sebelumnya.
Baca Juga: Petaka Puluhan Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Buka Suara
“Hari ini sementara anak-anak masih trauma, kita tidak bagikan dulu,” ujarnya.
Setiap hari, SMPN 1 Kabuh mendapat 683 porsi MBG dari SPPG Mangunan.
Dari jumlah tersebut, 639 porsi diperuntukkan bagi siswa, sedangkan 47 porsi lainnya untuk guru dan tenaga kependidikan.
Program MBG tersebut sudah diterima sekolah sejak Oktober 2025.
Menurut Suprihadiono, selama hampir setahun pelaksanaan MBG, baru kali ini muncul persoalan yang membuat siswa enggan menyantap makanan yang dibagikan.
Sebelumnya, puluhan warga sekolah SMPN 1 Kabuh mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap MBG, Rabu (2/9).
Data terbaru sekolah mencatat 80 orang terdampak, terdiri dari 76 siswa dan empat guru.
Baca Juga: Ini Daftar Menu MBG yang Diduga Bikin Siswa Keracunan di Kabuh Jombang, Polisi Lakukan Penelusuran
Sebanyak 61 siswa dibawa ke Puskesmas Kabuh, tujuh siswa mendapat penanganan di Klinik Pratama Ploso, dan delapan lainnya menjalani perawatan di Klinik Asy-Syifa.
Sementara itu, tujuh siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Kabuh.
Dokter Puskesmas Kabuh, dr. Aditya Bimantara, menyebut keluhan yang ditemukan didominasi diare, mules atau kram perut, nyeri lambung, serta pada sebagian siswa disertai muntah hingga lemas.
Dari keterangan siswa, dugaan sementara mengarah pada udang yang menjadi salah satu menu MBG.
“Untuk sementara, kemungkinan mengarah pada udang,” kata Aditya.
Meski demikian, penyebab pasti keluhan kesehatan tersebut belum dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sekolah,
Kepala Dapur SPPG dan mitra, sekaligus menelusuri ke mana saja MBG dengan menu yang sama didistribusikan. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto