JOMBANG – Kabar duka datang dari pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.
Salah seorang Muhibbin muktamar asal Pati, Muhammad Syaiful Rijal, meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama lima hari di RSUD Jombang.
Syaiful Rijal merupakan warga Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Ia menjalani perawatan di RSUD Jombang sejak hari kedua pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar NU ke-35 Jombang KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq membenarkan kabar tersebut.
”Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia di RSUD Jombang muhibbin muktamaran H Saiful Rijal dari Kajen Pati," ujarnya lewat pesan WhatsApp, Rabu (2/9).
Baca Juga: Ngaku Banser, Pria Ini Bawa Kabur HP Panitia Muktamar NU Jombang, Akhirnya Dibekuk Polisi
Gus Rozaq mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. ”Semoga husnul khatimah," tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan, Syaiful Rijal dirawat sejak hari kedua Muktamar NU ke-35. Pasien mengalami stroke akibat pendarahan otak yang dipicu tekanan darah tinggi atau hipertensi. ”Almarhum kena stroke pendarahan, pendarahan otak," kata dr Pudji.
Menurutnya, kondisi pasien sempat mendapat penanganan intensif. Bahkan, Syaiful Rijal menjalani operasi otak sehari sebelum meninggal dunia. ”Jadi sudah dioperasi kemarin. Operasi karena pendarahan otak itu," jelasnya.
Namun, setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, kondisi pasien tidak tertolong. Syaiful Rijal meninggal dunia pada Rabu siang selepas waktu salat Dhuhur.
”Almarhum meninggal siang tadi habis Dhuhur meninggal," ungkap dr Pudji.
Baca Juga: Rais Syuriah PCNU Garut Soroti Pemilihan AHWA Muktamar NU ke-35, Singgung Potensi Kecurangan
Ia menjelaskan, jenazah kemudian diproses di RSUD Jombang sebelum dibawa menuju rumah duka di Pati. RSUD Jombang memastikan akan mengantarkan jenazah hingga ke rumah duka.
”Saat ini sedang proses memandikan, habis ini terus meluncur ke Pati, rumah duka," terangnya.
Pudji menambahkan, seluruh pelayanan terhadap muktamirin yang menjalani perawatan di RSUD Jombang diberikan secara maksimal. Termasuk untuk almarhum Syaiful Rijal, biaya perawatan hingga proses pengantaran jenazah dibebaskan.
”Iya, kita antarkan. Ya sesuai dengan instruksi Abah Bupati bahwa semua harus kita layani dengan optimal dan maksimal, termasuk biaya pun kita bebaskan semuanya," pungkasnya. (ang)
Editor : Anggi Fridianto